21 October 2021, 06:00 WIB

Gerak Bareng Bantu Tetangga


Fathurrozak | Humaniora

Dok. Yayasan Gerak Bareng
 Dok. Yayasan Gerak Bareng
Seorang pedagang mendapat bantuan suntikan modal usaha dari Gerak Bareng

TIAP hari, Bawan melintas di kawasan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat untuk menjajakan roti di tempat yang dipikulnya. Seperti pedagang keliling lainnya, situasi pandemi sangat berdampak pada pemasukannya. Pada akhir September lalu, ia pun mendapat sontekan modal dari anak-anak muda yang tergabung di Gerak Bareng, yang sekretariatnya menjadi rute sehari-hari Bawan.

Untuk merespons situasi pandemi yang berdampak ke seluruh lapisan, para relawan itu memang sejak tahun lalu sibuk mengurusi kegiatan kerelawanan demi menjamin para tetangga di dekat kantor mereka agar tetap bisa bertahan.

Salah satu program yang digalang ialah Tetangga Bantu Tetangga (TBT). Lewat TBT, mereka menyediakan paket bahan pokok untuk dibagikan kepada warga di 13 rukun tetangga (RT) di Sukabumi Selatan. Gerak Bareng juga menyediakan bahan mentah untuk diolah menjadi makanan jadi ke beberapa warga untuk kemudian dibagikan.

Sementara itu, mereka memberikan bantuan modal usaha bagi warga yang berjualan menjadi salah satu subprogram baru dalam TBT. Ahmad Zaki, pendiri Gerak Bareng, menuturkan inisiatif ini dilakukan untuk merespons kebutuhan masyarakat yang terdampak pandemi.

“Dari yang sudah kami lakukan memang hampir sebagian besar ialah swadaya dana dari para relawan. Jadi di Gerak Bareng itu relawan merangkap donatur. Sementara itu, untuk bantuan modal usaha, memang ada donatur tetap. Kami menyasar ke masyarakat yang memang sudah punya usaha dan di tengah pandemi sudah kehabisan modal untuk konsumsi sehari-hari dan bertahan hidup,” kata Zaki kepada Media Indonesia melalui konferensi video pada Rabu, (20/10).

Saat ini, sudah ada 38 warga yang dibantu suntikan modal usaha yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Dalam menentukan warga yang akan dibantu, para relawan Gerak Bareng yang mencari sendiri di tempat mereka tinggal.

 

Paket nasi

Selama dua tahun pandemi berjalan, Gerak Bareng setidaknya telah menyalurkan 4.000 paket sembako bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan, kelompok marjinal, hingga mereka yang menjalani isolasi mandiri. Setidaknya 12 ribu paket nasi juga dibagikan selama 2020-2021 ini.

Mereka juga memberikan layanan tes usap (swab) gratis bagi warga di yang merasa kurang sehat, termasuk memberikan layanan swab ke pesantren-pesantren. Untuk kegiatan ini, dilakukan oleh relawan medis Gerak Bareng.

Pada saat penaikan kasus covid-19 yang membuat situasi kritis, Gerak Bareng juga menurunkan dua unit ambulans untuk membantu evakuasi warga ke rumah sakit rujukan, dan membawa jenazah.

“Saat puncaknya pada Juli-Agustus kemarin, kami sampai mengantar sekitar 80 jenazah covid. Saat itu sangat ekstrem, ya karena saya juga menjadi salah satu relawan yang melakukan pendampingan pasien covid. Sering sekali saat kami antar pasien ke RS dengan ambulans medis, pulangnya berganti menjadi ambulans jenazah,” kenang Zaki.

Zaki menambahkan, salah satu alasan ia dan teman-temannya di Gerak Bareng turun membantu warga selama pandemi ini karena salah satu yang dipercayai ialah permasalahan negara menghadapi pandemi tidak bisa selesai dengan hanya mengandalkan satu pihak, khususnya pemerintah. Menurutnya, justru masyarakat juga bisa bergotong-royong untuk turut menyelesaikan permasalahan pandemi. Solidaritas pun menjadi motor gerakan Zaki dan teman-temannya untuk tetap berempati ke para tetangga di sekitar.

“Jangan sampai jadi berdosa lantaran kita kenyang, eh ada tetangga yang kelaparan atau kita kenyang dan berkecukupan, sementara ada yang tidur dalam kondisi lapar sehingga ini menjadi semacam fardu ain bagi kami.” (M-4)

 

 

 

BERITA TERKAIT