11 October 2021, 17:31 WIB

Masyarakat di Tingkat Tapak Harus Terlibat untuk Kejar Target NDC 2030


Atalya Puspa | Humaniora

ANTARA
 ANTARA
Deretan gedung bertingkat terlihat dari kawasan Setiabudi, Jakarta.

UNTUK melakukan pengendalian iklim dan mencapai target Nationally Determined Cotributions (NDC) 2030, dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Salah satu yang menjadi kuncinya yakni pejuang lokal yang ada di tingkat tapak. Pelibatan masyarakat di tingkat tapak telah diinisiasi oleh KLHK melalui program kampung iklim. 

"Program kampung iklim menjadi salah satu program yang bisa mendukung tercapainya NDC. Karena dalam program tersebut dapat mengembangkan hal-hal yang sudah ada, meningkatkan resiliensi dan mengurangi dampak bencana iklim," kata Pembina Program Kampung Iklim KLHK Brigitta Isworo Laksmi, Senin (11/10). 

Baca juga: Mendagri: Penyandang Disabilitas Harus Dilibatkan dalam Pembangunan Nasional

Brigitta menjelaskan, pembentukan kampung iklim bukan tanpa halangan. Dikatakannya hingga 2024 pemerintah menargetkan 20 ribu kampung iklim dapat terbentuk. Namun demikian hingga kini baru sekitar 5 ribu kampung yang terbentuk. 

"Masih ada 15 ribu lagi yang belum terbentuk. Lalu, bagaimana harus dicapai? Kita saat ini sedang menyusun strategi," ungkap dia. 

Namun demikian, ia menegaskan berbagai komponen penting yang mendukung kesuksesan program kampung iklim harus bekerja bersama. Mulai dari tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga kementerian lembaga. 

Dari sisi pemerintah daerah, ia berharap agar pemda mendukung program kampung iklim untuk kemudian disosialisasikan ke masyarakat luas. 

"Kesadasaran Pemda harus bisa mengajak tokoh agar bisa memengaruhi masyarakat di kampungnya," ucap dia.

Selain itu, sinergi kementerian lembaga juga dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang baik serta memberikan manfaat sosial kepada masyarakat. 

"Berbagai kementerian sebenarnya memiliki program yang sangat berkaitan dengan proklim. Seperti misalnya BNPB dengan desa tangguh bencana, selain itu Kementerian Desa, dan juga Kementerian Kesehatan," ucap dia. 

Selain itu, perguruan tinggi dinilainya harus mengambil peran dalam mendorong program kampung iklim berjalan baik, dengan membuat program KKN yang menyasar kampung proklim. 

"Di sini kemudian keaktofan masyarakat dan pihak antar lembaga untuk saling komunikasi untuk ramai-ramai membantu proklim bisa menciptakan keberlanjutan," pungkas dia. (OL-6)

BERITA TERKAIT