06 October 2021, 14:16 WIB

Jumlah Nasabah Terus Bertumbuh, Cigna Komitmen Tingkatkan Pelayanan


Widhoroso | Humaniora

MI/Agus M
 MI/Agus M
President Director & CEO Cigna Indonesia Phil Reynolds (tengah) memberikan paparan hasil survei Cigna, di Jakarta, Rabu (6/10).

PANDEMI Covid-19 membuat masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan. Hal itu terungkap dari hasil survei Skor Kesejahteraan 360° yang dilakukan Cigna secara global terhadap 18.000 responden di 21 negara, termasuk Indonesia, pada kuartal kedua 2021.

Naiknya kepedulian masyarakat, terutama di Indonesia, terhadap kesehatan terungkap dalam hasil survei kali ini mengonfirmasi data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebutkan dalam dua tahun terakhir, terjadi pertumbuhan densitas atau premi terhadap jumlah penduduk per tahun. Jika pada 2019 densitas tercatat Rp1,67 juta, pada 2020 naik menjadi Rp1,74 juta.

Angka itu meningkat tipis pada Juni 2021 menjadi Rp1,78 juta. Artinya, masyarakat mengeluarkan dana lebih untuk membeli asuransi dan membayar premi.

Kondisi ini juga didukung pertumbuhan klaim yang dibayarkan perusahaan asuransi. OJK mencatat, nilai klaim asuransi meningkat 3,97 persen (YoY) pada masa pandemi yakni dari Rp47,6 triliun pada April 2020, menjadi Rp49,49 triliun pada periode yang sama 2021.

"Survei ini untuk mendapat gambaran mengenai persepsi masyarakat dan harapan dalam meraih tingkat kesejahteraan yang lebih baik. Dari survei ini, Cigna bertujuan memberi solusi terhadap pengelolaan finansial terkait kesehatan dan kesejahteraan sesuai kebutuhan mereka. Ini salah satu bentuk kepedulian Cigna terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," kata President Director & CEO Cigna Indonesia Phil Reynolds di Jakarta, Rabu (6/10).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil survei itu, Cigna bisa melakukan inovasi. Langkah Cigna tersebut sangat membantu nasabahnya dan itu mendorong pertumbuhan jumlah nasabah. Tercatat nasabah yang dilayani Cigna di pertengahan 2019 lalu masih sekitar 1 juta, pada 2021 jumlah yang dilayani naik menjadi 1,2 juta lebih nasabah.

Hasil survei Cigna ini sejalan dengan data Kementerian Kesehatan yang menyebutkan, nilai transaksi sektor kesehatan di Indonesia setahun terakhir dari individu, instansi pemerintah, dan korporat sangat besar yang mencapai Rp490 triliun.

Pandemi Covid-19 juga menyebabkan stres di masyarakat. Faktor-faktor penyebab stres yang paling utama antara lain adanya ketidakpastian di tengah pandemi dan kekhawatiran akan kondisi keuangan pribadi dan keluarga.

Hasil survei itu mengonfirmasi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebutkan stabilitas sistem keuangan selama pandemi Covid-19 telah terganggu. Selain itu, tingkat kepercayaan konsumen dan bisnis global juga turun tajam melebihi krisis keuangan global 2008.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan, pada periode Januari–Maret 2020, arus modal keluar dari pasar keuangan Indonesia mencapai Rp145,28 triliun. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan masa krisis keuangan global tahun 2008 yang hanya sebesar Rp 69,9 triliun.

Selain itu, pandemi Covid-19 juga menghantam dunia usaha, terutama UMKM. Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) mengungkapkan, dari Juli 2020 hingga September 2021 tercatat 30 juta UMKM bangkrut. Survei Bank Indonesia pada Maret 2021 menyebutkan 87,5% UMKM terdampak pandemi dan 93,3% pelaku usaha sektor tersebut merasakan dampak penurunan omzet penjualan.    

Di sisi lain, Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Strategis Cigna Indonesia Akhiz Nasution menyebutkan secara umum tingkat stres orang Indonesia memang lebih rendah dibanding warga negara-negara lain yang disurvei. Namun, Indonesia tetap mengalami peningkatan tingkat stres dari 73% di awal 2020 ke angka 75% pada 2021.

Peningkatan stres ini, jelasnya, juga dipengaruhi adanya pembatasan aktivitas masyarakat selama masa pandemi, terutama dalam melakukan perjalanan luar kota dan pergi berwisata. Akibat adanya pembatasan itu, terjadi penurunan tingkat isian hotel dan jumlah penumpang transportasi udara.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat penghunian kamar hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Agustus 2021 mencapai 25,07%, turun sebesar 7,86 poin dibandingkan Agustus 2020. Sedangkan Jumlah penumpang angkutan udara domestik selama Januari–Agustus 2021 sebanyak 17,7 juta orang atau turun 18,26% dari periode yang sama tahun lalu.

"Cigna memahami pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental untuk menjaga kesejahteraan individu. Untuk itu, kami terus berkomitmen menyediakan solusi perlindungan asuransi yang mampu membantu nasabah meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan ketenangan pikiran mereka. Apa yang dilakukan Cigna, merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah pandemi ini," jelasnya. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT