02 October 2021, 06:25 WIB

Cara Kota Semarang Bangkitkan Pariwisata


Fer/X-7 | Humaniora

Dok. Metro TV
 Dok. Metro TV
Desainer Indonesia asal Semarang Anne Avanti (kedua dari kiri) dan co-host Anggun (kedua dari kanan) saat bersama personel Slank.

SEJAK awal pandemi pada 2020, Kota Semarang, Jawa Tengah, tidak menerapkan lockdown atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menganggu perekonomian masyarakat.

Terpuruk karena pandemi covid-19 tidak membuat Semarang meratap. Bangkit untuk melakukan sesuatu dan bergerak bersama ialah kunci Semarang kembali cemerlang dan semakin hebat.

“Kita mengetahui bahwa covid-19 bakal lama, maka tidak hanya berbicara masalah kesehatan, juga harus dipikirkan aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dalam acara #VaksinSlankuntukIndonesia, di Metro TV, tadi malam.

Dalam acara yang mengambil tema Semarang semakin Hebat itu, Hendrar menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan dari awal pandemi. Artinya, Pemerintah Kota Semarang tidak hanya fokus di sisi kese hat an, tetapi juga aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi.

Dia menambahkan, meskipun perekonomian Kota Semarang tidak optimal sejak pandemi covid-19, tetapi upaya menggerakkan pariwisata dan ekonomi tetap selaras dengan kebijakan gas dan rem guna mengimbangi antara kesehatan dan perekonomian.

Menurutnya, kesadaran masyarakat yang bekerja di sektor pariwisata cukup tinggi. Bahkan sarana dan prasarana untuk menunjang prokes kesehatan juga sangat baik di sejumlah kawasan.

“Bahkan di tingkat kelurahan juga ada tim dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa rutin mengecek warga yang melanggar prokes. Ada sanksi juga jika masih melanggar,” sebutnya.

Kondisi pariwisata di Kota Semarang, lanjutnya, memiliki konsep berbeda. Misalnya, dulu salah satu cara meningkatkan pariwisata dengan cara mengundang artis dan band ternama. Namun, sekarang konsepnya harus nyaman dan aman.

“Kita bikin konsep kegiatan tur paket untuk keluarga, kita atur dengan baik sehingga ia lama tinggal di Semarang,” paparnya. Warga Semarang sudah 92% divaksin dari target Kemenkes. ‘‘Ini juga mendukung kebangkitan perekonomian,” pungkasnya.

Sementara itu, Kaka Slank juga mengapresiasi protokol kesehatan di sejumlah layanan publik di Semarang guna meningkatkan sektor pa riwisata setempat.

“Kita kemarin pas ke berapa tempat, salut dengan penerapan prokes di sana, kita dicek suhu hingga pemeriksaan vaksinasi agar bisa mendapatkan akses,” ujarnya. (Fer/X-7)
 

BERITA TERKAIT