30 September 2021, 15:30 WIB

Kemendikbud-Ristek Gelar Festival Literasi Siswa Indonesia Tahun 2021


Faustinus Nua | Humaniora

Kemendikbud-Ristek
 Kemendikbud-Ristek
Ilustrasi

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) menggelar Festival Literasi Siswa Indonesia (FeLSI) tahun 2021 secara daring untuk siswa tingkat SMA, SMK dan MA sederajat.

Festival yang mengusung tema Indonesia Bangkit, Literasi Pulihkan Negeri tersebut diselenggarakan sejak tanggal 28 September hingga 1 Oktober 2021.

"Penyelenggaraan FeLSI 2021 memiliki peranan penting dalam menjadikan literasi sebagai fondasi dasar untuk berinteraksi dengan dunia, dalam beradaptasi dengan perubahan dengan mengedepankan kreativitas dan inovasi," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddikdasmen), Jumeri, Kamis (30/9).

Ia sangat mengapresiasi para guru dan keluarga yang telah mendukung potensi anak Indonesia saat mengikuti kompetisi literasi. Menurutnya, festival ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar di mana para siswa peserta FeLSI mencerminkan profil Pelajar Pancasila yang siap memberikan kontribusi untuk Indonesia maju, Indonesia gemilang dan tidak terbantahkan oleh dunia.

Plt Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Asep Sukmayadi mengungkapkan bahwa kemampuan literasi dasar harus terus dikembangkan menjadi kemampuan-kemampuan literasi lanjut. Hal ini, kata dia, untuk menghadapi tantangan literasi baru yang mengandalkan penciptaan dan kreativitas seiring dengan perkembangan media baru dan perkembangan industri media 4.0 dan industri 5.0.

"Puspresnas terus berupaya untuk mewadahi pengembangan prestasi dan kemampuan peserta didik di bidang bahasa dan literasi, yang ke depannya insyaallah bukan hanya kita lakukan melalui lomba, lomba bukan satu-satunya tujuan, tapi juga melalui pembiasaan, sehingga terbentuk kemampuan literasi digital yang mumpuni," tuturnya.

Asep menambahkan, FeLSI yang merupakan pengembangan dari lomba jurnalistik yang telah dihelat pada tahun 2020 melombakan 3 cabang yaitu artikel features, fotografi dan cerita pendek (cerpen).

Proses seleksi dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap pertama memilih karya yang dikirim peserta melalui laman resmi Puspresnas dan tahap kedua yang berlangsung saat ini yaitu seleksi melalui penilaian karya baru dan wawancara untuk 25 finalis terpilih dari tiap cabang lomba.

"Nilai tambah dari festival yaitu dengan adanya keikutsertaan peserta dari Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi. Jadi semua kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional juga adalah bagian serta sampai kepada sasaran satuan-satuan pendidikan dan peserta didik di sekolah-sekolah kita di luar negeri," jelas Asep.

Dengan menghadirkan 12 juri yang terdiri atas unsur akademi dan praktisi profesional di bidangnya masing-masing, akan diseleksi 483 karya artikel features, 409 karya fotografi dan 1.430 karya cerpen dari total pendaftar 3.206 siswa.

"Kita sudah tidak sabar untuk menyambut karya-karya literasi terkeren dari adik-adik generasi emas Indonesia," pungkas Asep.

Meskipun dalam suasana pandemi, salah satu juri lomba cerpen, Sinta Yudisia, penulis serta pengasuh ruang Psikologi dan Literasi (Pelita) mengungkapkan kegembiraannya melihat semangat dan antusiasme dari peserta.

"Saya kagum ada sekolah di sebuah daerah yang mengirimkan karya cerpen dari siswanya lebih dari satu. Karya peserta khususnya yang berasal dari luar Pulau Jawa membuat saya takjub, sehingga harus membaca berulang kali untuk memilih 25 finalis," imbuhnya.

Senada dengan itu, juri lomba fotografi, Ray Bachtiar Dradjat, seorang fotografer profesional mendukung adanya wadah berkumpulnya peserta dan hasil karya FeLSI 2021. "Puspresnas kiranya dapat membentuk forum bagi finalis dan karya terpilih agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan serta disebarluaskan sehingga publik dapat menikmati hasil karya mereka," kata dia. (H-2)

BERITA TERKAIT