30 September 2021, 06:40 WIB

Tidak Ciut Menggapai Langit


Nike Amelia Sari | Humaniora

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Refa Rahmaddiansyah

DISIPLIN dan enjoy ialah dua kata kunci bagi Refa Rahmaddiansyah dalam meraih prestasi. Terhitung sejak 2018, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) ini telah mengoleksi 51 penghargaan bersifat akademik. Salah satu capaian teranyarnya ialah Mahasiswa Berprestasi (Mapres) 2021 tingkat nasional dalam perhelatan tahunan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Di luar ranah akademik, ia juga memiliki minat di bidang seni. Dengan hobinya bernyanyi, Refa bersama rekannya telah menjalani proses rekaman untuk lagu-lagu yang berasal dari Sumatra Barat.

Muda berkesempatan mengobrol bersama pemuda berusia 21 tahun tersebut seputar prestasi, bakat dan minat, aktivitas hingga kiatnya untuk sukses dan berprestasi. Yuk, simak petikan obrolan kami via platform daring, Jumat (17/9).

 

 

Kamu berhasil menjadi mahasiswa pertama dari Unand yang memboyong predikat Mapres Nasional. Bagaimana perjalanan kompetisinya?

Alhamdulillah saya peringkat satu di tingkat fakultas, kemudian lanjut ke tingkat universitas. Selanjutnya, mewakili Unand di tingkat nasional. Nah, di nasional ada beberapa tahap yang dilalui.

Pertama, desk evaluation. Jadi, kita mendaftar ke situs yang disediakan, kemudian diisi beberapa data mencakup biodata pribadi kemudian juga di sana ada prestasi akademik yang dinilai dari IPK.

Kabarnya, 646 mahasiswa yang mengikuti tahapan desk evaluation tersebut kemudian disaring menjadi 450 mahasiswa yang berhak lanjut ke tahap selanjutnya.

Tahap selanjutnya ada dua macam seleksi. Seleksi capaian unggulan, istilahnya, prestasi-prestasi yang pernah diraih selama menjadi mahasiswa. Seleksi lainnya, yaitu gagasan kreatif, kita membuat sebuah gagasan untuk Indonesia yang lebih baik ke depannya sesuai dengan 17 poin target dari sustainable development goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan yang digagas United Nations atau PBB.

Dari 450 orang, diambil 90 orang untuk melaju ke tahap selanjutnya. Tahap selanjutnya, kita buat video presentasi bahasa Inggris. Tidak boleh diedit. Kita live presentation yang direkam dan dikirim ke mereka.

Isi atau konten yang kita sampaikan juga terkait SDGs dengan poin lain yang berbeda dari tahap sebelumnya. Pada tahap ini, saya mengangkat perubahan iklim.

 

 

Apa gagasan kreatif yang kamu tawarkan di seleksi awal?

Jadi, kita boleh memilih salah satu dari 17 poin target tersebut. Kemarin, saya memilih poin good health and wellbeing sesuai dengan latar belakang saya sebagai mahasiswa kedokteran.

Idenya, saya mengangkat pemanfaatan isolat katekin, semacam senyawa kimia pada tumbuhan gambir. Jadi, tumbuhan gambir digunakan untuk terapi kanker paru.

Istilahnya, saya mengangkat khazana lokal atau sumber daya alam yang dirancang sebagai regimen terapi yang ada saat ini--kemoterapi, radioterapi, dan segala macam--untuk kanker paru.

Saya angkat ini karena berbagai permasalahan dari regimen terapi yang sudah ada sekarang, dari resistansi sampai efek sampingnya yang buruk bagi tubuh.

 

 

Meraih predikat Mapres tentu sudah banyak rekam jejak aktivitas sosial yang kamu lakukan, ya?

Sewaktu SMA kelas tiga, saya tergabung dalam forum generasi berencana Kabupaten Pesisir Selatan di bawah naungan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Kabupaten Pesisir Selatan.

Waktu itu kami melakukan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) untuk program TRIAD KRR (tiga masalah pokok kesehatan reproduksi remaja) yang merupakan program yang dirancang BKKBN untuk menciptakan remaja yang sehat secara fisik, mental, spiritual, dan sosial dengan tiga program, yaitu say no to early marriage, say no to sex before marriage, dan say no to drug.

Sejak tergabung di forum tersebut, saya sudah melakukan intervensi ke masyarakat. Ini juga berkorelasi dengan pilihan saya untuk pendidikan kedokteran.

Saat di perkuliahan, terakhir saya menjadi ketua di organisasi Medicalstudent Research Center (MRC) BEM KM FK Unand. Jadi, di sana kami berupaya menyelenggarakan tridarma perguruan tinggi yang terdiri atas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Nah, di penelitian dan pengabdian masyarakat ini, kami sudah melakukan pengabdian masyarakat pertama ke para petani teh di Solok dengan pemeriksaan gula darah, kemudian intervensi berbasis perilaku untuk menghindari efek samping dari pestisida.

Lalu, melakukan upaya pencegahan penyakit menular di salah satu lingkungan asrama di Sumatra Barat dan kegiatan- kegiaan lain yang mendukung.

 

 

Kamu sudah mengumpulkan berbagai prestasi sejak SD. Apa yang memotivasi kamu mengikuti berbagai kompetisi?

Saya senang ikut lomba karena saya bisa menyalurkan minat dan bakat. Saya anaknya juga suka ingin tampil dan mencoba hal-hal baru. Selain itu, saya ingin berprestasi dengan tujuan untuk membanggakan kedua orangtua saya.

 

 

Apa prestasi yang paling berkesan untuk kamu?

Lomba MTQ tingkat Kabupaten Pesisir Selatan saat saya masih di bangku SD. Ini berkesan karena ini pertama kalinya saya mendapatkan prestasi.

Alasan berkesan lainnya karena saat ikut lomba ini, saya harus menjalani karantina beberapa hari, sedangkan saya belum terbiasa jauh dari orangtua dan keluarga. Waktu itu, saya masih kelas satu SD.

Saya juga sempat demam saat perlombaan, tapi alhamdulillah berhasil mendapat juara tiga. Itu pengalaman yang mendewasakan saya.

 

 

Apa pola asuh orangtua kamu amat memengaruhi diri kamu saat ini?

Meski anak tunggal, saya tidak pernah dimanjakan orangtua. Bahkan, saya diajarkan mandiri lebih awal. Saya sering juga ditinggal sama nenek atau tante karena orangtua saya sibuk kerja. Saya tidak dimanjakan karena orangtua saya sadar bahwa saya nantinya akan dewasa dan akan melalui perjalanan yang panjang juga.

Pada saat SD, sewaktu liburan, saya ke tempat tante atau ke tempat keluarga besar dan itu jarang dengan orangtua saya.

Di SMA, saya juga bersekolah di sekolah asrama yang mana untuk akses bertemu dengan orang lain atau untuk menelepon orangtua saya itu dibatasi. Jadi, memang mental-mental seperti itu dilatih orangtua saya sejak saya kecil.

 

 

Selain itu, apa yang membuat kamu bangga dengan didikan orangtua kamu?

Kebetulan mama saya guru dan papa ASN (aparatur sipil negara). Prinsip yang mereka pegang pertama ialah pendidikan di atas segalanya. Bagi mereka, menitipkan harta kepada anak itu sama dengan membunuh masa depannya. Namun, jika diinvestasikan dengan pendidikan, akan dititipkan masa depan untuknya. Itu yang mereka tanamkan ke saya sejak saya kecil.

Paling saya salut ialah mereka tidak pernah memaksa saya untuk ikut apa pun, tidak pernah membanding-bandingkan prestasi saya dengan orang lain. Lalu, tidak pernah mereka berekspektasi kepada saya untuk maju di bidang apapun. Prinsipnya, mereka mendorong apa yang saya inginkan dan apa pun itu mereka dukung selagi itu baik. Namun, mereka akan tetap mengawasi. Misalnya, soal cita-cita saya menjadi dokter. Ini memang keinginan saya, bukan orangtua. Di sini, orangtua memberi dukungan dengan menanyakan tentang seberapa tahu saya dengan profesi ini. Jadi, mereka mendorong saya untuk lebih banyak mencari tahu.

 

 

Di luar akademik, kegiatan apa yang biasa kamu lakukan?

Saya hobi badminton, saya lakukan minimal dua kali dalam seminggu. Kemudian, kalau untuk seni, saya hobi bernyanyi dan alhamdulillah sudah rekaman dan sudah di-upload di Youtube.

 



Dengan banyaknya kesibukan, bagaimana kamu mengatur waktu?

Saya menetapkan skala prioritas kegiatan terlebih dahulu sesuai dengan empat kuadran. Mana yang penting dan segera, mana yang tidak penting dan segera, mana yang penting dan tidak segera, serta mana yang tidak penting dan tidak segera.

 

 

Lalu, bagaimana pola belajar kamu selama ini?

Saya memang orang yang pengin tahu hal-hal baru, jadi tidak ada batas untuk mengetahui sesuatu. Kalau kita bisa menggapai langit, ya, coba gitu. Kalau bisa menggali bumi, ya, coba. Itu prinsip yang saya pegang, tetapi tetap dalam batas-batas kita sebagai manusia.

Untuk belajar, mungkin orang-orang pikir saya belajar 24/7, cuma nyatanya, alhamdulillah, tidur saya cukup. Jadi, saya tidur jam 10 atau paling lambat jam 11. Kemudian, Subuh saya bangun dan baru memulai hari.

Kebetulan di kedokteran jadwal belajarnya sudah padat, mulai jam 8 pagi hingga jam 4 sore, saya berusaha maksimalkan waktu belajar tersebut secara akademik. Setelah pukul 4, saya akan melakukan hal-hal, lain seperti olahraga dan beribadah. Malam hari, kalau ada tugas dan deadline lain, seperti lomba, saya kerjakan sebelum jam 10.

Menurut saya, segala sesuatu yang dipaksakan juga tidak akan baik hasilnya. Selagi kita bisa, lakukan dan jangan sampai membebani kita.

 

 

Terkait salah satu kunci sukses yang kamu jalani, yaitu enjoy melakukan apa pun, apakah kamu pernah tidak enjoy dalam melakukan kegiatan?

Tentu pernah, jika sudah dijalani ternyata saya merasa tidak enjoy, saya akan tetap lanjutkan kegiatan tersebut karena prinsip saya apa pun yang sudah dimulai sebaiknya diselesaikan.

Misalnya, saat ikut lomba, itu tidak sesederhana tujuan kita semata saja, tetapi juga ada harapan orangtua atau dari kampus. Dengan ingat dua hal ini, energi saya balik kembali dan saya berusaha melanjutkannya. Mungkin saja saya juga akan menemukan hal-hal baru dari ketidaknyamanan itu.

 

 

Berbicara soal banyaknya harapan orang-orang terhadap kamu, apakah ini pernah membebani mental kamu?

Semakin ke sini, saya semakin kuat terhadap ekspektasi dan pendapat orang-orang karena itu hal yang tidak bisa kita kontrol. Jika hal-hal tersebut sudah mengganggu, saya akan abaikan saja. (M-2)

______________________________________________________________________________________________________

 

BIODATA

 

REFA RAHMADDIANSYAH
Tempat, tanggal lahir

Batang Kapas, 10 Juli 2000

 

Riwayat pendidikan
Kedokteran Universitas Andalas 2018-sekarang.
 

Karier

1. Ketua UKM Medicalstudent Research Centre BEM KM FK UNAND 2020-2021

2. Koordinator Komisi 2 KPU BAPIN ISMKI 2020

3. Staff Bidang Pengawasan dan Pembinaan Program YGTC Indonesia 2019-2021.

 

Prestasi terkini

1. Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Jenjang Sarjana tingkat Nasional 2021

2. Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Kedokteran ISMKI tingkat Nasional 2021

3. Gold Medalist of World Invention and Creativity Olympic, South Korea 2020

4. Gold Medalist of World Invention Competition and Exhibition, Malaysia 2021

5. Gold Medalist of OCIIP Expo, Nigeria 2020

6. Oral Presenter of International Conference of Agromedicine and Medical Sciences 2020

 

 

 

BERITA TERKAIT