29 September 2021, 08:58 WIB

Mengarusutamakan Pendidikan Agar Masyarakat Lebih Memperhatikan


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

ANTARA/WAHDI SEPTIAWAN
 ANTARA/WAHDI SEPTIAWAN
Siswa SDN 4 Timpeh ikuti kegiatan belajar mengajar di bangunan darurat, Kampung Jao, Panyubarangan, Dharmasraya, Sumbar, Selasa (9/3/2021).

Wartawan Senior Frans Surdiasis mengatakan isu pemberitaan terkait pendidikan harus memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan dengan pemberitaan politik, ekonomi dan olahraga agar media juga bisa turut adil membangun pendidikan.

Dalam program Fellowship Jurnalisme Pendidikan Frans memaparkan untuk mengarusutamakan isu pendidikan yang paling awal adalah memiliki pengetahuan yang baik terkait persoalan atau obyek yang akan diliput sehingga akan muncul cara yang baik juga dalam penulisannya.

Hal ini tentunya bisa diterapkan dalam penulisan yang straight, mendalam, sosok dan lainnya. Dalam konteks mengarus utamakan pendidikan, tantangan yang dihadapi yakni berita pendidikan sering kali dinilai tidak menarik.

Baca juga: BMKG: Waspada Gelombang Sangat Tinggi Hingga 6 Meter

"Untuk mengarusutamakan pendidikan maka ditingkat awal individu jurnalisme adalah harus betul-betul memiliki pengetahuan yang baik dengan persoalan pendidikan dan objek yang diliput. Dengan begitu maka akan muncul cara yang paling baik juga untuk mempublikasikannya," kata Frans, Senin (27/9).

Selanjutnya, pendidikan sejatinya memiliki narasi besar. Sehingga wartawan perlu membantu masyarakat memahami implikasi konkritnya. Dua narasi besar yakni Merdeka Belajar dan Pendidikan Era 4.0.

Mengarusutamakan isu pendidikan tentunya memiliki tantangan yakni bagaimana melaporkan persoalan pendidikan dalam cara yang menarik perhatian banyak orang dan pada saat yang sama mampu mendudukkan masalah secara tepat dengan bahasa yang sederhana.

"Bagaimana kita melaporkan soal pendidikan yang menarik banyak orang pada yang dan mampu mendudukkan masalah dengan cara yang tepat dan bahasa yang sederhana, dalam cara yang sederhana ini semakin sederhana maka semakin baik," ujar Frans.

Prinsip parsimony diharapkan bisa menjadi cara jitu untuk menarik pembaca memberi perhatian lebih kepada isu pendidikan. prinsip tersebut yakni semakin sederhana

semakin baik. Paradoksnya, kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu secara sederhana justru mensyaratkan pengetahuan yang luas tentang subjek bersangkutan. (H-3)

BERITA TERKAIT