29 September 2021, 07:45 WIB

Penemuan Spesies Baru Cendrawasih Jadi Alasan untuk Lindungi Hutan Papua


Basuki Eka Purnama | Humaniora

MI/VICKY GUSTIAWAN
 MI/VICKY GUSTIAWAN
eekor burung cenderawasih bertengger diatas dahan di hutan konservasi Malagufuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat.

FOTOGRAFER Alam Liar dan Filmmaker asal Amerika Serikat (AS) Tim Laman mengatakan penemuan spesies baru cenderawasih di Papua menjadi satu alasan untuk melindungi hutan Papua.

"Sekarang kita tahu, ini salah satu dari tujuh spesies cenderawasih yang ditemukan hanya di Tanah Papua. Saya pikir ini menjadi contoh yang menunjukkan pada kita bahwa masih mungkin ditemukan lebih di Tanah Papua. Masih banyak yang bisa kita temukan di luar sana jika kita mengupayakannya," kata Laman dalam acara virtual MACE Papua dan Maluku Edisi Defending Paradise yang diikuti dari Jakarta, Selasa (28/9).

Menurut Laman, cenderawasih atau burung surga adalah salah satu simbol terbaik untuk masa depan hutan berkelanjutan di Tanah Papua.

Baca juga: Cara Memilih Air Minum Dalam kemasan yang Aman

"Tapi saya ingin berbagi dari pengalaman saya, bahwa kabar dari Papua masih bagus, masih positif. Karena saya bisa membayangkan melihat dari jendela pesawat di atas Papua, dan melihat hutan terlihat terbentang luas. Sangat penting kita memberi perhatian saat ini," ujar dia.

Ornitologis Cornell Lab of Ornithology Ed Scholes mengatakan, saat mereka menyelesaikan proyek pertama di 2012, ada 39 spesies dikenali oleh sains saat itu. 

Tapi, sekarang, diketahui ada lebih dari 40 spesies burung surga, dengan 28 spesies dapat ditemukan di Indonesia dan kebanyakan di Tanah Papua.

Ada tujuh spesies cendrawasih yang hanya ditemukan di Tanah Papua dan dua spesies lainnya hanya dapat ditemukan di Maluku, kata Scholes.

Karenanya, menurut dia, untuk melindungi hutan di Papua bukan hanya kritikal untuk cenderawasih, tapi juga karena memberikan banyak manfaat untuk masyarakat. 

Mereka menyediakan udara bersih dan air, menyediakan makanan, dan juga menyediakan globally important services untuk membatasi dampak perubahan iklim.

Meski masih banyak hutan terlihat di Papua, namun ia mengatakan sudah menemukan perubahan setiap mereka datang, seperti pembangunan jalan di remote area. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT