28 September 2021, 09:51 WIB

Proporsi Isu Pemberitaan Tentang Pendidikan Harus Ditingkatkan


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Sejumlah murid antre memasuki ruang kelasnya saat mengikuti PTM terbatas di SDN Lenteng Agung 07, Jakarta, Senin (27/9/2021)

Wartawan Senior Haryo Prasetyo mengungkapkan hingga saat ini proporsi isu pendidikan dalam pemberitaan masih kurang. Isu pemberitaan masih didominasi oleh politik, ekonomi, dan olahraga.

"Selama bertahun-tahun kita menemukan fakta bahwa isu-isu yang mendapatkan ruang lebih besar dan mendapat arus paling utama bukan isu pendidikan. Isu pendidikan ternyata porsinya masih jauh dibandingkan dengan isu politik, ekonomi, dan olahraga," kata Haryo dalam kegiatan Fellowship Journalism oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Kamis (23/9).

Sementara di media cetak seperti koran isu pemberitaan pendidikan harus berbagi dengan berita-berita kota, nusantara, dan internasional. Sementara isu pemberitaan politik, ekonomi dan olahraga menempati halaman-halaman sentral.

Baca juga: Presiden akan Tanam Mangrove di Riau dan Kepri

"Untuk di media daring dan televisi pemberitaan pendidikan belum mendapatkan tempat dan ini memang sudah lama terjadi," ucapnya.

Dirinya menceritakan dalam pengalamannya untuk mengelola media cetak sangat terasa pendidikan harus bersaing untuk menentukan halaman pertama. Rata-rata memang isu pemberitaan ekonomi dan politik lebih banyak mendapatkan tempat.

"Harus diakui memang dalam kaidah jurnalistik memang news value dari isu pendidikan ini kita rasakan setelah ditimbang-timbang apa boleh buat haru dikalahkan," jelasnya.

Oleh karena itu wartawan pendidikan harus masuk dan melakukan dalam Planning, Getting, dan Processing untuk menentukan isu pendidikan mendapatkan ruang. (H-3)

BERITA TERKAIT