23 September 2021, 20:22 WIB

Tren Perceraian di Saat Pandemi Naik Ancam Ketahanan Keluarga


mediaindonesia.com | Humaniora

 ANTARA FOTO/Novrian Arbi
  ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Warga menunggu antrean pengurusan surat administrasi di Pengadilan Agama Bandung, Jawa Barat.

KELUARGA berperan sebagai ketahanan dalam pembangunan bangsa. Keluarga yang tangguh dan kuat berimplikasi pada negara yang kuat. Hal itu menjadi perhatian para pemikir Islam mengangkat tema Peran Ketahanan Keluarga dalam Pembangunan Bangsa dalam webinar nasional seri 1 yang Wahdah Islamiyah, Jumat (24/9).

Webinar ini sebagai rangkaian menyongsong mukmatar ke-IV Desember mendatang. Dalam webinar tersebut akan dihadirikan pakar dan peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) Bidang Pemikiran dan Peradaban Islam, Dr Henri Sholahuddin, MIRKH.

Kemudian Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmindan ustaz Ridwan Hamidi, dijadwalkan juga akan menjadi pemateri ke 2 dan moderator.

Syaibani Mujiono selaku Sekretaris Jenderal DPP Wahdah Islamiyah menyebutkan, bahwa permasalahan keluarga broken home di masa pandemi mencatatkan angka yang besar. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya angka perceraian di masa pandemi.

"Secara umum di Indonesia ini banyak terjadi perceraian dimana-mana, khususnya di masa pandemi. Penyebabnya banyak, dan tak dipungkiri beberapa hal sepela menyulut emosi masing-masing pihak," ujarnya.

baca juga: Perceraian

Dengan melihat fakta yang ada, Wahdah Islamiyah berkomitmen untuk menjaga ketahanan keluarga ini dengan baik. Sebagai solusi, Wahdah secara khusus membentuk lembaga khusus yang menangani masalah ini untuk mencegah perceraian.

"Dari sisi keluarga, Lembaga Pernikahan dan Pembinaan Keluarga Sakinah (LP2KS) dan yang khusus membina anak dan remaja kita punya Lembaga Pembinaan, Pengembangan, Anak dan Remaja (LP2AR)," pungkasnya. (N-1)

 

 

BERITA TERKAIT