23 September 2021, 11:50 WIB

Komisi X: Guru Kesulitan Tembus Passing Grade Seleksi PPPK


Ilham Pratama Putra | Humaniora

ANTARA/AMPELSA
 ANTARA/AMPELSA
Sejumlah guru honorer membawa poster dan spanduk saat unjuk rasa di kantor PGRI, Desa Siron, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (17/9/2021)

KETUA Komisi X DPR Syaiful Huda menyampaikan banyak guru honorer kesulitan melewati ambang batas nilai atau passing grade seleksi tahap pertama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Huda menyebut guru honorer yang bisa melewati passing grade sangat sedikit.
 
"Sumatra Utara menyampaikan pada kami, jumlah guru yang mendaftar 1.768 orang yang lolos passing grade 18 orang," ujar Huda dalam Raker Komisi X DPR dengan Mendikbudristek Nadiem Makarim, Kamis, (23/9).
 
Di Wonosobo, kata dia, dari 1.311 guru yang mendaftar dan mengikuti seleksi PPPK yang dapat melewati passing grade sebanyak 170 orang. Sedangkan di Tegal, dari 2.284 guru honorer yang ikut seleksi, hanya 87 orang yang dapat lolos.

Baca juga: Masuk Pancaroba, BMKG: Indonesia, Awas Cuaca Ekstrem
 
Huda pun menyampaikan para guru honorer saat ini masih berharap adanya penambahan poin sebagai afirmasi. Afirmasi tambahan poin dapat mempertimbangkan lama pengabdian.
 
"Guru honorer juga menunggu ingin adanya harapan perbaikan dan revisi terkait dengan hasil seleksi tahap pertama ini," sebut dia.
 
Menurutnya, Kemendikbud-Ristek bisa mempertimbangkan usulan guru honorer tersebut. Dia pun menyarankan jika hasil seleksi tahap pertama tidak perlu diumumkan pada Jumat 24 September, sembari Kemendikbud-Ristek mempertimbangkan adanya afirmasi kepada guru honorer agar dapat lolos seleksi pada tahap pertama ini.
 
"Dalam rangka mengakomodasi aspirasi yang berkembang, kita minta dipertimbangkan pengumuman seleksi tahap satu tidak diumumkan di hari Jumat yang akan datang," tutur dia. (H-3)

BERITA TERKAIT