21 September 2021, 20:58 WIB

Lonjakan Kasus Covid-19 pada Juli karena Faktor Dalam Negeri


Mediaindonesia.com | Humaniora

Antara/Ardiansyah.
 Antara/Ardiansyah.
Petugas merapikan ruang isolasi pasien covid-19 di Kapal Motor Lawit, Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (18/9).

LONJAKAN kasus covid-19 yang terjadi pada Juli 2021 di Indonesia dipicu sejumlah faktor di dalam negeri. Lonjakan kasus itu tidak disebabkan oleh naiknya kasus global ataupun datang dari negara-negara lain. 

Itu disampaikan Ketua Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat menyampaikan perkembangan penanganan covid-19 di Indonesia yang diikuti melalui YouTube BNPB dari Jakarta, Selasa (21/9) sore. Menurut Wiku, faktor internal penyebab kenaikan kasus dan penyebaran virus saat itu adalah meningkatnya mobilitas dan aktivitas sosial masyarakat yang terjadi bersamaan dengan periode mudik Idul Fitri serta sikap abai terhadap protokol kesehatan.

Wiku mengatakan lonjakan kasus di Indonesia pada Juli lalu nyatanya tidak berkontribusi signifikan terhadap kasus dunia. Alasannya, pada waktu yang sama, dunia sedang mengalami penurunan. Pun sebaliknya, lonjakan kasus di tingkat global dan beberapa negara tidak memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan kasus Indonesia.

Dunia mengalami gelombang kedua lebih cepat di April. Sedangkan Indonesia baru menyusul gelombang kedua pada Juli atau selang tiga bulan dari gelombang kedua dunia. 

"Terbukti dengan kasus covid-19 yang melandai di saat kasus di negara lain melonjak. Hal ini dapat terjadi karena upaya penjagaan batas negara yang ketat sehingga importasi kasus dari negara-negara yang sedang mengalami lonjakan dapat ditekan seminimal mungkin," katanya.

Ia mengatakan umumnya peluang kasus dapat meningkat saat datang libur panjang dan pelaksanaan kegiatan besar masyarakat di dalam negeri. "Walaupun terdapat gelombang baru di beberapa negara lain di dunia, tetapi kita juga perlu memperhatikan ancaman lonjakan kasus yang ada di dalam negeri akibat faktor yang khas ditemui di Indonesia, misalnya tradisi berkumpul dan bepergian saat hari raya yang sering kali menyebabkan masyarakat abai pada protokol kesehatan," katanya. 

Baca juga: Positivity Rate Sentuh Tingkat Terendah, Satgas Covid-19: Jangan Lengah

Wiku mengingatkan bahwa potensi kenaikan kasus dapat dihindari apabila pemerintah dan masyarakat tidak mengendorkan pelaksanaan kebijakan berlapis seperti akselerasi vaksinasi, pengendalian mobilitas dalam dan luar negeri, pengendalian aktivitas masyarakat dan menggalakkan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) serta 3M (memakai masker, menjauhi kerumunan, dan mencuci tangan). (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT