21 September 2021, 19:46 WIB

PPKM ala Indonesia Kolaborasikan Seluruh Masyarakat Berhasil Tekan Covid-19


Mediaindonesia.com | Humaniora

Antara/Galih Pradipta.
 Antara/Galih Pradipta.
Petugas kebersihan melintas di depan mural tentang pandemi covid-19 di Kawasan Tebet, Jakarta.

KEBERHASILAN penurunan level PPKM saat ini merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi seluruh lapisan masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa PPKM bisa menjadi role model untuk Indonesia.

"Ini semua kerja sambil berkolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan seluruh organisasi kemasyarakatan, keagamaan, kebudayaan di dalam menanggulangi pandemi covid-19. Inilah yang mungkin tidak bisa dilihat di
negara-negara lain. Inilah menjadi contoh PPKM bisa menjadi role model untuk Indonesia," kata Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Alexander Ginting dalam dialog virtual Ayo Pakai Masker, Ayo Cepat Vaksin di Jakarta, Selasa (21/9).

Alexander menuturkan PPKM merupakan salah satu instrumen model ala Indonesia dalam rangka menanggulangi covid-19. PPKM memberikan sejumlah manfaat, yakni bisa menurunkan mobilitas, meningkatkan kinerja pos komando PPKM di tingkat desa dan kelurahan, dan membentuk pengawasan yang lebih ketat terhadap perilaku masyarakat untuk menggunakan 3M dalam rangka memutus penularan covid-19.

Selain itu, PPKM bisa mendorong 3T (pengujian, pelacakan kontak, dan perawatan) terutama pelacakan kontak bisa bekerja terus-menerus. "PPKM harus dilaksanakan terus-menerus kendati kasus sudah menurun. PPKM juga bisa untuk penanggulangan, untuk pencegahan. PPKM juga bisa kita gunakan untuk mengontrol supaya tidak ada lonjakan di kemudian hari," tuturnya.

Alexander menuturkan semenjak melaksanakan PPKM darurat pada Juli 2021 dilanjutkan dengan PPKM dengan level mulai dari 1-4. Perpanjangan PPKM dilakukan hingga yang kesembilan kali. Terlihat kasus covid-19 turun dan banyak yang berbeda dari situasi pada Juli 2021 dibanding saat ini, khususnya tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit yang sebelumnya bisa sampai 90% akhirnya turun hingga di bawah 20%.

Begitu juga dengan kasus aktif dan kasus positif covid-19 sudah turun sedemikian rupa hingga di bawah 10.000-an dan kemudian angka kematian sudah di level 200-an. "Perkembangan ini cukup baik dan kemudian responsnya sangat cepat. Tentu ini terjadi oleh karena gerak cepat dari seluruh elemen yang ada, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian RI, bersama dengan Satgas. Ini tidak mungkin bisa dikerjakan kalau hanya pemerintah tetapi juga ini melibatkan masyarakat," ujar Alexander.

Selain itu, saat ini juga sudah terjadi penurunan level PPKM dari yang sebelumnya level 4 dengan insiden sangat tinggi menjadi level 3 dengan insiden tinggi. Ada yang sudah di level 2 dengan insiden sedang dan level 1 dengan insiden rendah. Sudah tidak ada lagi daerah di wilayah Pulau Jawa dan Bali yang berstatus PPKM level 4.

Baca juga: Jakarta Ingin Segera Covid Jadi Endemi, Epidemiologi: Tunggu WHO 

Namun, masih ada beberapa daerah yang melaksanakan PPKM level 4 yakni Aceh Tamiang dan Pidie di Aceh, Bangka di Bangka Belitung, Padang di Sumatra Barat, Banjarbaru dan Banjarmasin di Kalimantan Selatan, Kota Balikpapan dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur, serta Kota Tarakan dan Bulungan di Kalimantan Selatan. Sedangkan PPKM level 3 berlaku di 105 kabupaten/kota, PPKM level 2 di 250 kabupaten/kota, dan PPKM level 1 di 21 kabupaten/kota. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT