20 September 2021, 19:27 WIB

Menkes : Masih Banyak Masyarakat Takut Jalani tes Covid-19


Tri Subarkah | Humaniora

Antara/Nova Wahyudi
 Antara/Nova Wahyudi
Tenaga kesehatan bersiap melakukan tes PCR kepada peserta tes CPNS

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut masih banyak masyarakat Indonesia yang takut dites terkait covid-19. Hal itu terungkap berdasarkan data yang menyebut hanya 50% masyarakat dites dari hasil tracing atau pelacakan. Budi mengungkapkan,  banyak masyarakat yang masih takut kalau mengetahui terpapar covid-19.

"Hasil surveinya kita, kenapa kok yang sudah dilacak masih 50% yang mau dites? Rupanya masih banyak yang khawatir kalau dites, takut ketahuaan kalau sakit," kata Budi dalam konferensi pers perkembangan PPKM yang digelar vitual melalui kanal Youtube Kementerian Perekonomian, Senin (20/9).

"Saya bilang, lebih baik ketahuan, enggak papa juga kok. Penyakit ini kan 80% enggak perlu masuk rumah sakit. Yang masuk rumah sakit mungkin 80-90% sembuh. Jadi lebih baik kita tahu, agar kita bisa rawat," sambungnya.

Baca juga : Luhut : Kita Harus Super Waspada soal Gelombang Ketiga Covid-19

Menurut Budi, program pelacakan masih perlu disempurnakan lagi untuk menghadapi gelombang ketiga maupun mempersiapkan jika status covid-19 berubah dari pandemi ke endemi. Dengan fungsi pelacakan yang baik, pemerintah bisa cepat menganlisa wilayah mana saja yang harus menerapkan micro lockdown. Dengan demikian, kata Budi, tidak perlu dilakukan pembatasan dalam skala besar.

Sementara itu, proses testing di Indonesia sudah empat kali lipat dari standar Orgnisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dengan positivity rate di bawah 3%, Budi menyebut testing di Indonesia sudah menyasar 1,1 juta orang per minggu. (OL-7)

BERITA TERKAIT