20 September 2021, 13:53 WIB

Jumlah Hotspot Kalbar Meningkat, KLHK Lakukan Teknologi Modifikasi Cuaca


 Atalya Puspa | Humaniora

Foto: KLHK-BBTMC BPPT
 Foto: KLHK-BBTMC BPPT
Ilustrasi tim KLHK besama BPPT telah melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan atasi karhutla di Riau.

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), TNI-AU dan Pemda tengah melangsungkan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di wilayah Kalimantan Barat.

"Saat ini operasi TMC sedang berlangsung di Kalimantan Barat sejak 17 September 2021," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Basar Manullang saat dihubungi, Senin (20/9).

Adapun, ia menyebut bahwa operasi TMC itu akan berlangsung dalam 15 hari ke depan, bergantung pada eskalasi cuaca di wilayah penyemaian.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun dari laman sipongi.menlhk.go.id, jumlah titik panas di Kalimantan barat berjumlah sebanyak 152 titik. Angka tersebut naik derastis dari pekan lalu yang hanya sebanyak 15 titik.

Sebelum melakukan operasi TMC di Kalimantan Barat, operasi TMC juga telah dilakukan di Riau. Adapun Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Jon Arifian mengungkapkan, operasi TMC yang dilakukan selama periode 16-29 Agustus 2021 tersebut mampu menigkatkan curah hujan.

"Volume curah hujan di sekitar area penerbangan penyemaian awan secara akumulasi mencapai 80 juta m3 dalam periode tersebut," ungkap Jon.

Ia menyatakan, bahan semai yang digunakan ialah sebanyak 9,6 ton NaCl powder dan dilakukan sebanyak 12 sorti penyemaian. (Ata/OL-09)

BERITA TERKAIT