19 September 2021, 16:50 WIB

Bangun Komunikasi dengan Anak Siapkan Pembelajaran Tatap Muka


Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora

ANTARA/RAISAN AL FARISI
 ANTARA/RAISAN AL FARISI
Komunitas Badut Necis mencontohkan penggunaan masker yang tepat pada siswa SD Pasir Kaliki Mandiri 2 Cimahi Utara, Cimahi, Selasa (14/9)2021

KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Plt. Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Indra Gunawan menyampaikan pentingnya peran seluruh pihak terutama keluarga sebagai garda terdepan dalam mempersiapkan proses pembelajaran tatap muka (PTM) pada anak.

Hal ini dilakukan dengan memastikan diterapkannya 5 Siap dan terpenuhinya gizi anak dengan baik, demi menjaga imunitas anak agar terhindar dari infeksi penyakit termasuk covid-19.

Psikolog keluarga, Rosdiana Setyaningrum menyampaikan beberapa hal yang dapat orangtua lakukan untuk mengurangi keresahan hati mereka saat anak akan memulai PTM, di antaranya yaitu dengan menambah pengetahuan terkait apa saja fungsi sekolah di samping untuk mencari ilmu, seperti tempat anak bersosialisasi, belajar menghormati aturan, berorganisasi, tempat anak belajar mini kehidupan di masa yang akan datang.

Baca juga: Keluarga Garda Terdepan Pastikan Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka

Rosdiana juga menyampaikan pentingnya persiapan orangtua dengan membangun komunikasi bersama anak, saling mengungkapkan kekhawatiran bersama untuk kemudian dicari titik tengahnya.

“Selain itu, yang terpenting orangtua juga harus melatih dan membiasakan anak untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan menerapkan pola hidup sehat di sekolah,” tambah Rosdiana.

Pakar Gizi sekaligus Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan FKM Universitas Indonesia, Ahmad Syafiq menyoroti pentingnya pemenuhan gizi yang cukup bagi anak guna menjaga imunitas tubuh mereka saat akan menjalankan PTM.

“Saat anak sudah mulai melakukan PTM, tentu imunitas tubuh mereka harus dijaga dengan baik, yaitu dengan konsumsi makanan yang bergizi seimbang dan beragam sesuai kebutuhan tubuh anak, tidak berlebihan dan tidak kekurangan,” jelas Ahmad.

Ahmad juga menjelaskan pentingnya mengonsumsi susu setiap hari bagi anak karena merupakan sumber energi yang mendukung pertumbuhan serta turut mencegah stunting pada anak. Selain itu, melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, membantu pekerjaan di rumah, bersepeda, berjemur, karena memberikan manfaat bagi mental, jasmani, dan kesehatan tubuh anak.

Pakar Edukasi sekaligus Direktur Smart Learning and Character Center (SLCC) PGRI, Eko Indrajit menjelaskan bahwa anak-anak generasi Z memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda dengan generasi pendahulunya.

Hal ini disebabkan karena mereka tumbuh bersama perangkat gadget dan aplikasi digital yang terus berkembang. Untuk itu, diperlukan cara mendidik dan mengasuh dengan menyesuaikan kondisi anak, misalnya dengan menjadi teman bagi mereka baik di rumah maupun di sekolah; tidak menggurui dan mendampingi anak dalam situasi apapun; dan bangun komunikasi yang menyenangkan agar mereka merasa nyaman.

“Jadilah orangtua, guru yang tidak mudah baper (bawa perasaan) dan memahami bahasa sehari-sehari anak yang unik, serta terkesan to the point; banyak berkomunikasi dengan anak menggunakan gambar via perangkat dan aplikasi digital; ikuti akun media sosial anak dengan tidak ikut berkomentar di akunnya; meminta anak untuk mengajari tren yang terjadi saat ini; sekali-kali bermain game dengan anak dan ungkapkan rasa empati pada mereka; serta berikan yang terbaik bagi anak tanpa mengharapkan balasan kembali dari mereka,” tutup Eko. (H-3)
 

BERITA TERKAIT