18 September 2021, 14:15 WIB

BMKG Minta Warga Mentawai hingga Selatan Jawa Waspadai Gelombang Tinggi 6 Meter


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

Antara
 Antara
Ilustrasi

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang sangat tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 18 - 19 September 2021.

Deputi bidang Klimatologi BMKG Herizal menyampaikan bahwa terdapat sistem tekanan rendah 1008 hPa di Laut Tiongkok Selatan sebelah timur Filipina. Dimana pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Enggano - barat Lampung, perairan selatan Banten, perairan Kep. Sermata - Kep. Aru, perairan utara Kep. Banggai - Sula, Laut Banda, Laut Arafuru dan perairan Yos Sudarso - Merauke," kata Herizal dalam keterangannya Sabtu (18/9).

Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi1,25 - 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti perairan timur P. Simeulue - Kepulauan Mentawai, perairan selatan Flores dan Selat Ombai, perairan Kupang - P. Rotte, Samudra Hindia selatan Kupang - P. Rotte, perairan Kep. Sermata - Kep. Babar, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan dan tengah, perairan Kotabaru, perairan utara Madura - Kep. Kangean, perairan timur Kep. Selayar, perairan selatan Baubau - Kep. Wakatobi, Laut Flores bagian timur

Perairan Manui Kendari bagian timur, perairan selatan Kep. Banggai, perairan selatan dan timur Kep. Sula, perairan selatan P. Buru - P. Seram, Laut Seram, perairan Amamapre - Agats bagian barat, Laut Banda, perairan utara Kep. Tanimbar, perairan utara Kep. Kei - Kep. Aru, Laut Maluku, perairan selatan Sulawesi Utara, perairan Bitung - Likupang, perairan Kep. Sangihe - Talaud, perairan utara Papua Barat - Papua, Samudra Pasifik utara Halmahera - Papua.

Kemudian gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Indonesia lainnya adalah perairan utara Sabang, perairan barat P. Simeulue - Kep. Nias, Samudra Hindia barat Aceh, perairan selatan Sumba - P. Sawu, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu dan Selat Sumba bagian barat, Samudra Hindia selatan Sumbawa - P. Sawu, perairan selatan Kep. Tanimbar - Kep. Aru, Laut Arafuru.

Lalu gelombang yang sangat tinggi kisaran 4,0 - 6,0 meter berpeluang terjadi di perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Enggano - Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Nias - Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Sumbawa, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa - Sumbawa.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter).

Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter), dan kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter).

"Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya. (H-2)

 

BERITA TERKAIT