17 September 2021, 16:23 WIB

Nakes Diserang KKB, IDI Minta Jaminan Keamanan


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

Antara
 Antara
Petugas medis memeriksa kesehatan warga Asmat di Papua sebelum divaksin covid-19.

PENGURUS Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan dukacita mendalam, serta menyesalkan peristiwa yang dialami tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Diketahui, pasukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang tenaga kesehatan tersebut.

Ketua Umum IDI Daeng M Faqih menegaskan bahwa pihaknya mengecam tindakan penyerangan oleh KKB. Berikut, mendesak jaminan keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan demi kelancaran pelayanan di seluruh wilayah Papua.

Baca juga: Nakes Gugur, Layanan Kesehatan di Pegunungan Bintang Lumpuh

"Menyesalkan kejadian tersebut dan berdukacita atas meninggalnya tenaga kesehatan. Semoga Tuhan memberikan tempat yang layak dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ujar Daeng melalui keterangan resmi, Jumat (17/9).

Pihaknya juga mengutuk keras semua tindakan kekerasan dan anarkisme terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang tengah menjalankan tugas. Seharusnya, tenaga medis mendapat perlindungan dan tidak menjadi sasaran tindak kekerasan.

"Meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk sementara menarik tenaga kesehatan ke tempat yang lebih aman," imbuh Daeng.

Baca juga: Tenaga Kesehatan di Pegunungan Bintang Turun ke Jalan, Ekspresi Duka bagi Mendiang Suster Gabriel

Lalu, Daeng juga meminta aparat keamanan untuk menindak tegas pelaku kekerasan, sehingga kejadian pahit tidak terulang kembali. Pihaknya mengapresiasi aparat yang melakukan upaya pemulihan keamanan di Papua dengan cepat, khususnya di Distrik Kiwirok.

Sebelumnya, dua orang tenaga kesehatan yang hilang saat penyerangan Puskesmas Kiwirok, Pegunungan Bintang di Papua, sudah berhasil ditemukan. Serangan yang dilakukan KKB itu mengakibatkan seorang tenaga kesehatan meninggal dunia dan satu lainnya dalam keadaan kritis.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT