17 September 2021, 00:50 WIB

Bela Negara Perempuan Indonesia


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Acara Ngopi Daring Bela Negara bertema 'Ya, Wanita Juga Bisa' yang diselenggarakan Ditjen Pothan Kemenhan di Jakarta, Kamis (16/9).

BERAGAM profesi dan karya dapat diekspresikan sebagai bentuk kecintaan. Tidak hanya kecintaan terhadap diri sendiri, namun
juga kecintaan terhadap Indonesia. Tak terkecuali bagi perempuan. Di Indonesia, perempuan memiliki keleluasaan untuk bisa bekerja dan berkarya. Perempuan Indonesia juga dapat bersaing dan berperan di semua profesi.
 
Nilai inilah yang coba disiarkan dalam acara Ngopi Daring Bela Negara, yang bertemakan 'Ya, Wanita Juga Bisa' yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kementerian Pertahanan di Jakarta, Kamis (16/9).

Dirjen Pothan Kememenhan Mayjen Dadang Hendrayudha yang turut hadir pada acara tersebut sangat mengapresiasi bagaimana kiprah perempuan di dalam menghidupi rasa nilai kebangsaan dan kecintaannya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
Bentuk kecintaan kepada bangsa dan negara tersebut oleh masyarakat Indonesia ini tentunya melalui banyak cara. "Di antaranya adalah bagaimana dengan menjalani aktivitas dengan bekerja dan berkarya dengan baik sesuai dengan kemampuannya. Kemampuan wanita untuk berkarya dan bekerja ini tentunya mampu menjadi media untuk menyalurkan rasa cinta dan bangga menjadi bagian dari negara Indonesia
ini," ujar Mayjen Dadang.
 
Lebih lanjut alumnus Akmil 1988 itu mengatakan, setiap warga negara tentunya memiliki perannya masing-masing dalam upaya bela negara dan mencintai negaranya. Khususnya untuk kaum perempuan, dengan akses yang terbuka ternyata juga mampu untuk menguasai bidang masing-masing dan bahkan berprestasi. Nilai itulah yang ingin ia sampaikan pada acara Ngopi Daring Bela Negara.
 
"Saya tadi banyak sekali melihat YouTube tanggapannya luar biasa mereka begitu senang ternyata wanita hebat. Ternyata wanita tangguh, wanita bisa berbuat lebih dan ini ditunjukkan oleh adik-adik ini semua. Anak muda harus memiliki banyak karya dan jangan banyak gaya," ucap mantan Kepala Biro Umum dan juga mantan Kasubdit Kontra Propaganda di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini.
 
Perempuan Indonesia
Acara tersebut menghadirkan beberapa narasumber wanita yang memiliki berbagai latar belakang profesi, di antaranya Alexandra Asmasoebrata, perempuan pembalap yang berprestasi di berbagai ajang nasional maupun internasional. Alexandra tercatat pernah menjuarai Formula Campus Asia.
 
"Saya mengalami bagaimana pada saat mengikuti sebuah kejuaraan di luar negeri pun kadang memiliki perasaan capek dan lelah. Namun, hal itu tidak terasa seketika setelah memenangi kejuaraan dan memegang bendera Indonesia," ujar wanita yang akrab disapa Andra ini.
 
Selain itu, Andra merasakan bangga yang mampu membakar semangat keindonesiaannya. Dia mengaku perasaannya yang muncul adalah
bagaimana menyadari bahwa di dalam sebuah kompetisi tidak hanya membela diri sendiri, namun juga membela negara sehingga perasaan lelah seketika hilang karena menyadari perasaan cinta pada Indonesia.


Baca juga: Kementerian PPPA: Perkawinan Anak Perbesar Risiko Stunting

 
"Kadang-kadang mikir kalau capek. Tetapi kalau lagi menang bawa bendera Indonesia, capek jadi hilang. Kadang mikir enggak cuma 'ngebela' diri sendiri, tetapi juga 'ngebela' negara apalagi bawa bendera. Rasanya jadi bangga," ucap Andra.
 
Wanita lain yang juga hadir sebagai narasumber yang menginspirasi yaitu Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti, yang merupakan Wanita Angkatan Udara (Wara). Dia ialah pilot VIP-VVIP TNI-AU pertama di Indonesia yang saat ini berdinas di Skuadron Udara 17/VIP-VVIP Lanud Halim Perdanakusumah Jakarta.
 
"Saya melihat bagaimana peran dan jasa pejuang perempuan terdahulu yaitu RA Kartini. Saya akui berat untuk mengemban tanggung jawab itu. Karena tanggung jawab tersebut tidak hanya tanggung jawab terhadap diri sendiri, tetapi juga tanggung jawab terhadap organisasi TNI Angkatan Udara," ujar alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018 kelahiran Jakarta, 25 September 1995 ini.
 
Hadir juga sebagai narasumber lainnya yaitu Jihane Almira Chedid selaku Puteri Indonesia Pariwisata 2020. Menurutnya, bentuk bela negara bukan angkat senjata seperti militer, tetapi bela negara sekarang ini adalah mewakili suatu bangsa untuk bisa berprestasi baik di dalam maupun di luar negeri. 

"Dan kesempatan untuk membela negara saat ini sangat terbuka lebar dengan cara berprestasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kita bisa berprestasi di luar negeri itu juga salah satu wujud bela negara kekinian," ujarnya.
 
Tak hanya itu, turut mewarnai sebagai narasumber yaitu Syarifah Firdausi, seorang ibu, orangtua tunggal, yang juga menjadi sopir truk. Dia mengaku mengawali profesi tersebut supaya mampu menafkahi delapan  anak dengan cara yang halal.
 
"Alhamdulillah, dengan keahlian saya sebagai sopir truk, saya pernah mendapatkan kesempatan untuk datang ke beberapa negara tetangga
seperti China, Brunei Darussalam, dan Malaysia," tuturnya. 

Adapun narasumber dari lingkungan Ditjen Pothan yakni Endang Purwaningsih selaku Kasubdit Lingdik Direktorat Bela Negara. Dia berpesan untuk generasi muda supaya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia sesuai dengan passion masing-masing.
 
"Pesan saya untuk adik-adik, millenial dan generasi Z, ayo berikan yang terbaik untuk Indonesia sesuai passionnya masing masing. Karena
membela negara di era kekinian ini tidak lagi dengan cara-cara yang konvensional, tetapi bisa dilakukan oleh setiap warga negara sesuai dengan profesinya dan sesuai passion masing masing dari hal yang kecil sampai hal yang besar," ucapnya. (Ant/S-2)

 

BERITA TERKAIT