16 September 2021, 08:20 WIB

Mendikbudristek Rangkum Tinjauan PTM Terbatas Hingga Program Merdeka Belajar di Surakarta


mediaindonesia.com | Humaniora

DOK KEMENDIKBUDRISTEK
 DOK KEMENDIKBUDRISTEK
Mendikbudristek Nadiem Makarim.

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim memberikan keterangan di SMKN 2 Surakarta sebagai penutup kunjungan kerja Mendikbudristek, pada Senin (13/9). Mendikbudristek Nadiem didampingi Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka. 

Kepada awak media, Mendikbudristek merangkum kegiatannya. Mulai dari meninjau implementasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, geladi bersih Asesmen Nasional (AN), seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru, berdialog dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), hingga meresmikan fasilitas baru di sekolah menengah kejuruan (SMK).
 
Mendikbudristek menjelaskan kunjungan kerjanya diawali pengecekan implementasi PTM terbatas di SMA Negeri 4 Surakarta. Dalam tinjauan tersebut, Mendikbudristek tak henti mengimbau warga sekolah, terutama para siswa untuk tetap menjaga protokol kesehatan. “Saya tadi tanya adik-adik, ternyata semuanya lebih senang PTM terbatas. Kalau tidak mau kembali belajar jarak jauh, kita harus sama-sama jaga diri. Pakai masker, dan jaga jarak selalu,” ajak Mendikbudristek.

“Peran orangtua juga tak kalah pentingnya untuk menyukseskan PTM terbatas. Harus proaktif berkoordinasi dengan sekolah dan mengingatkan anaknya agar selalu displin protokol kesehatan,” lanjutnya.
 
Terkait PTM terbatas, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mendorong semua satuan pendidikan yang ada di kota Surakarta untuk segera menyelenggarakan PTM terbatas. “Kami mohon kepada Bapak/Ibu guru, untuk segera melaksanakan PTM terbatas sesuai SKB Empat Menteri. Di sekolah itu protokol kesehatannya sudah sangat baik, jadi tidak perlu khawatir. Saya butuh kerja sama dari Bapak/Ibu semua untuk menyukseskannya,” ujar Wali Kota Surakarta.
 
Setelah meninjau pelaksanaan PTM terbatas di SMA Negeri 4 Surakarta, Menteri Nadiem melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 1 Surakarta untuk meninjau persiapan pelaksanaan AN. “Para guru dan murid tidak perlu persiapan khusus. Jalani AN dengan apa adanya hasilnya dapat menjadi bekal kita dalam melakukan perbaikan bersama,” jelas Menteri Nadiem di lokasi.

Saat ini, pelaksanaan AN memasuki tahap geladi bersih untuk memastikan seluruh faktor yang mungkin menghambat pelaksanaan telah diatasi. Pelaksanaan geladi AN di Kota Surakarta dinilai Mendikbudristek lancar.
 
Selanjutnya di SMKN 6, Mendikbudristek juga mengapresiasi kelancaran seleksi ASN PPPK. Kepada peserta seleksi, Mendikbudristek berpesan, “Bagi para peserta yang belum lulus, jangan putus asa. Ada kesempatan untuk mengikuti tes sebanyak tiga kali.” 

Usai meninjau seleksi ASN PPPK, Mendikbudristek berdialog dengan para rektor yang tergabung dalam MRPTNI di Universitas Sebelas Maret.

Dalam acara ini Mendikbudristek mengapresiasi para Rektor PTN yang telah bekerja keras mengimplementasikan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM) di tengah berbagai tantangan pandemi Covid-19 saat ini. 

“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu Rektor yang telah bekerja keras mengimplementasikan MBKM. Saya sangat paham, kemerdekaan bagi mahasiswa, menjadi tantangan bagi perguruan tinggi. Saya tahu ini perubahan besar. Mari kita lakukan perbaikan-perbaikan secara bergotong royong,” ajak Mendikbudristek.

Dalam rangkaian terakhir kunjungan kerjanya di kota Surakarta, Menteri Nadiem meresmikan fasilitas baru pada tiga SMK di Surakarta, yakni SMK Negeri 2 Surakarta, SMK Negeri 5 Surakarta, dan SMK Negeri 6 Surakarta. Fasilitas baru ini merupakan hibah dari mitra industri. 

Pada acara peresmian tersebut, Menteri Nadiem menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kota Surakarta yang terus berusaha menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk mewujudkan sekolah digital di kota Surakarta. 

Selepas kunjungan kerja di Kota Surakarta, Mendikbudristek  bertolak ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meninjau implementasi PTM terbatas dan berdialog dengan sejumlah kepala sekolah. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT