07 September 2021, 18:43 WIB

Euforia Masyarakat Harus Diredam lewat Edukasi dan Penegakan Aturan yang Konsisten


Mediaindonesia.com | Humaniora

Antara/Arif Firmansyah.
 Antara/Arif Firmansyah.
Ilustrasi.

REDAM euforia masyarakat saat menyambut pelonggaran kebijakan dengan edukasi yang masif dan konsisten dalam penegakan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berlaku.

"Saat terjadi pelonggaran kebijakan mulai banyak terjadi pengabaian aturan PPKM yang berlaku. Kondisi ini rawan memicu peningkatan penyebaran virus korona di masyarakat," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/9).

Bermunculan pelanggaran terhadap sejumlah aturan yang diberlakukan dalam pengendalian covid-19, menurut Lestari, merupakan pertanda belum terbentuknya pemahaman yang utuh dari masyarakat terkait tata cara berkegiatan dalam keseharian di masa pandemi. Selama belum ditemukan obat yang mampu mengatasi paparan covid-19, Rerie, sapaan akrab Lestari, menilai langkah terbaik yang bisa dilakukan kita bersama yakni mencegahnya.

Berbagai aturan yang diberlakukan dalam kebijakan PPKM berlevel di berbagai daerah itu, jelasnya, dalam rangka mencegah masyarakat terpapar virus korona. Konsekuensi dari kebijakan tersebut yaitu, jelas Rerie, kita tidak bisa sepenuhnya kembali berkegiatan seperti sebelum pandemi covid-19 ada di tengah-tengah kehidupan kita.

Itu berarti, tegas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, diperlukan pemberlakuan norma baru di tengah masyarakat dalam melakukan kegiatan keseharian, untuk memutus rantai penyebaran virus korona di Tanah Air. Bentuk-bentuk norma baru itu, jelas Rerie, antara lain, mulai dibangun lewat pengaturan cara berkumpul dari pembatasan jumlah orang yang berkumpul, waktu berkumpul, hingga persyaratan wajib memakai masker dan sudah divaksinasi covid-19.

Karena itu langkah yang tepat dalam menyambut mulai membaiknya sejumlah indikator pengendalian covid-19 saat ini, tegas Rerie, bukan dengan euforia dan bebas mengabaikan semua aturan PPKM yang ada. Namun, jelasnya, warga justru harus lebih disiplin terhadap pelaksanaan aturan PPKM dalam rangka membangun norma baru keseharian.

Pengalaman sejumlah negara yang mengklaim lebih dulu mengendalikan penyebaran covid-19, ungkapnya, belakangan kembali mengalami ledakan kasus positif akibat masyarakatnya tidak lagi mematuhi kebijakan disiplin protokol kesehatan. Para pemangku kepentingan di pusat dan daerah, ujar Rerie, diharapkan tidak hanya membuat serangkaian aturan atau kebijakan dalam pengendalian covid-19 semata, tetapi juga harus memikirkan masyarakat bisa menjalankan kebijakan dan aturan tersebut dengan baik.

Baca juga: Presiden: Covid-19 tidak akan Hilang, Namun Bisa Dikendalikan

Dengan begitu, tegas Rerie, upaya mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjalankan berbagai aturan itu merupakan langkah penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Masyarakat, jelasnya, membutuhkan contoh bagaimana norma baru itu dilakukan di berbagai aspek dalam keseharian. Tentu saja, dalam menanamkan kesadaran tersebut upaya pengawasan yang konsisten dan transparan sangat dibutuhkan. (OL-14)

BERITA TERKAIT