06 September 2021, 15:40 WIB

Gotong Royong dan Kolaborasi Jadi Modal Sosial Indonesia Hadapi Pandemi


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

Antara
 Antara
Menkominfo Johhny G Plate

MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyampaikan bahwa Indonesia mampu melewati masa sulit karena memiliki dua modal sosial yang kuat, yakni gotong royong dan kolaborasi.

Karena itu, pemerintah mengapresiasi upaya semua pihak yang bahu membahu tanpa lelah dan tanpa pamrih bersama menghadapi pandemi yang saat ini menjadi tantangan global.

"Siapa pun bisa berupaya, bahu membahu berusaha bersama menghadapi pandemi Covid-19. Sekecil apapun pasti berarti," kata Menkominfo Johnny dalam keterangannya Senin (6/9).

Menurut Menkominfo Johnny, bagi setiap individu di lingkungan masyarakat, lanjutnya, dengan mematuhi dan disiplin protokol kesehatan sudah amat berarti di masa sekarang ini.

Hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan masker dobel, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas harus terus dilaksanakan. Kemudian saling mengingatkan antar anggota masyarakat yang lengah menjalankan protokol kesehatan juga tak kalah penting.

"Semua terlihat sederhana dan bisa dilakukan siapa saja, tapi sesungguhnya itu amat berarti dalam menghadapi pandemi seperti saat ini," sebut Menkominfo.

Hal lain yang lain bisa dilakukan masyarakat, lanjut Menkominfo adalah segera divaksinasi. Jika sudah melakukan vaksinasi, ia meminta masyarakat untuk turut mengajak keluarga, tetangga, kerabat, terutama kepada para lansia dan kelompok rentan lainnya, untuk ikut dan mau divaksinasi.

Dalam penyelenggaraan vaksinasi, Menkominfo menyambut baik kolaborasi yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah, TNI, Polri, pihak swasta, dan organisasi kemasyarakatan.

"Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi bangsa Indonesia, mari kita bersama-sama, bahu membahu menghadapi pandemi," ujar Menkominfo.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro mengapresiasi inisiatif program vaksinasi Covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang kolaboratif dan inovatif.

Pemkot Surabaya bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya dan Entrepreneur’s Organization (EO) Indonesia East Chapter menggelar vaksinasi dengan menargetkan 20 ribu karyawan perusahaan, pengusaha, UMKM dan warga Surabaya.

"Sasaran vaksinasinya masif, hasil kerja gotong-royong dan peserta makin senang karena setelah disuntik dapat hadiah," ujar dr. Reisa

Menurut dr Reisa, tekad Kota Surabaya sudah sesuai seruan Presiden Joko Widodo. Juga sesuai pesan WHO kepada seluruh masyarakat dunia: national unity and global solidarity, persatuan bangsa dan solidaritas dunia.

Vaksin adalah salah satu ikhtiar melindungi diri dari Covid-19, namun upaya lain, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus tetap dilaksanakan.

dr Reisa menambahkan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjauhi kerumunan dan menurunkan mobilitas terbukti efektif menurunkan laju penularan dan penambahan kasus.

"Bagi Surabaya dan sekitarnya yang harus rendah level PPKM-nya. Tapi protokol kesehatannya, tetap tinggi disiplinnya. Yo iso yuk," ujarnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot menyiapkan 20 ribu dosis vaksin Sinovac pada hari itu untuk melayani warga. Capaian vaksinasi dosis pertama di Kota Surabaya per 5 September 2021 pukul 12:00 WIB sekitar 89,96%. Lalu, untuk capaian vaksinasi dosis kedua sekitar 61,17%.

“Setiap ada vaksinnya, kita akan langsung lakukan vaksinasi untuk masyarakat,” pungkas Eri. (H-2)

BERITA TERKAIT