30 August 2021, 07:26 WIB

Masyarakat Diingatkan Lagi agar Bijak Gunakan Medsos


Agus Utantoro | Humaniora

AFP
 AFP
Ilustrasi

KEMAJUAN teknologi sering digunakan sejumlah orang untuk membuat maupun menyebarkan berita bohong alias hoaks. Tak pelak, orang tersebut harus
berurusan dengan kepolisian untuk menjalani proses hukum.

"Perkembangan teknologi informasi membuat semua menjadi serba cepat diakses. Salah satunya melalui media sosial memegang peranan yang sangat penting dalam kebutuhan bersosialisasi dan komunikasi," kata salah satu peserta didik Sespimmen Dikreg-61 tahun ajaran 2021, Kompol Rini Anggraini, Minggu (30/8).

Lebih lanjut wanita kelahiran Padang, Sumatera Barat ini menambahkan, dalam satu genggaman, seluruh manusia di muka bumi kini bisa dengan mudahnya bertukar informasi.

"Masyarakat bisa mengakses gambar atau video, hingga pengetahuan baru tanpa celah. Beberapa media sosial yang biasa digunakan karena kemudahannya adalah Instagram, Twitter, YouTube, Facebook, WhatsApp, dan lain-lain," kata dia.

Mantan Kapolsek Prambanan, Sleman, Yogyakarta ini mengaku, saking mudahnya dalam teknologi informasi, masyarakat jadi sering lupa diri dan malah menghabiskan waktu dengan scrolling medsos. Selain itu, saat ini marak pula terjadinya penyalahgunaan medsos seperti penyebaran hoax, penyebaran ujaran kebencian, dan hal-hal fatal lainnya yang bisa merugikan banyak pihak.

"Sebagai netizen yang bijak kita jangan terpancing untuk menyebar berita yang tidak jelas. Sudah banyak kasus yang diproses karena kurang bijaknya netizen dalam menggunakan media sosial," pesan Rini yang terakhir menjabat sebagai Kabag Ren Polres Sleman ini. (OL-13)

Baca Juga: DPRD Sikka Menilai Perizinan Sistem OSS Menggerus Otonomi

 

BERITA TERKAIT