29 August 2021, 17:35 WIB

RI Buka Pabrik Vaksin dengan Tiongkok, Peneliti Dalam Negeri Tidak Boleh Ditinggalkan


Atalya Puspa | Humaniora

AFP
 AFP
Ilustrasi

GURU Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany menyambut baik keputusan pemerintah untuk bekerjasama dengan perusahaan Tiongkok untuk membuka pabrik vaksin di Indonesia. Hal tersebut menjadi langkah baik untuk membangun industri farmasi dalam negeri.

"Ini waktu yang tepat untuk pemerintah membangun industri kesehatan, vaksin, obat-obatan tradisional, agar dikembangkan lebih modern," kata Hasbullah kepada Media Indonesia, Minggu (29/8).

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah juga tidak boleh lupa untuk memberikan dukungan pada peneliti dan pengusaha dalam negeri dalam melakukan pengembangan produk farmasi secara mandiri.

Baca juga :DPR: Pembangunan Pabrik Vaksin di Indonesia Dukung Industri Farmasi Dalam Negeri

"Investor luar yang mau investasi di dalam tidak boleh dihambat, tapi kalau di dalam negerinya tidak memberikan insentif kepada peneliti dalam negeri, komitmen kita untuk membangun negeri tangguh hanya omong kosong," beber dia.

Hasbullah menyatakan, pemerintah tidak harus mengandalkan perusahaan BUMN untuk melakukan produksi produk farmasi dalam negeri. Ia menyatakan, pemerintah juga harus menggandeng perusahaan swasta yang memiliki komitmen untuk mengembangkan produk farmasi dalam negeri.

"Nanti buatlah go public, dan pemerintah yang sponsorin. Itu jauh lebih bagus untuk bangsa ini. Sehingga 2045 Indonesia bisa menjadi tangguh. Dengan catatan, SDM-nya juga harus diberikan insentif," pungkas dia. (OL-2)

BERITA TERKAIT