29 August 2021, 15:36 WIB

DPR: Pembangunan Pabrik Vaksin di Indonesia Dukung Industri Farmasi Dalam Negeri


Atalya Puspa | Humaniora

ANTARA/Dhemas Reviyanto
 ANTARA/Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020)

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai, keputusan pemerintah untuk bekerja sama dengan perusahaan Tiongkok untuk membangun pabrik vaksin berbasis mRNA di Indonesia.

Rahmad mengungkapkan, hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk Indonesia mencapai kedaulatan dalam hal produksi obat dan alat kesehatan.

"Dengan adanya investasi ini, ini bisa memberikan azas manfaat bagi kita. Karena kedaulatan obat dan alat kesehatan akan terjamin. Selain itu, dengan adanya pabrik, kita juga bisa menjual produk tersebut ke luar negeri, sehingga kita juga bisa mendapatkan keuntungan dari perdagangan tersebut," kata Rahmad kepada Media Indonesia, Minggu (29/8).

Baca juga: BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia

Terkait dengan pendapat banyak pihak yang menilai pemerintah tidak mementingkan hilirisasi penelitian dalam negeri, Rahmad menilai semestinya semua pihak memahami akar masalah dari kondisi produksi obat dan alat kesehatan dalam negeri.

Dikatakan Rahmad, hingga kini sebanyak 90% bahan baku obat-obatan dan alat kesehatan di Indonesia masih mengandalkan impor. Di sisi lain, pengusaha dalam maupun luar negeri belum ada yang berminat untuk berinvestasi di bidang industri farmasi di Indonesia.

"Jangan serta-merta menolak tapi tidak tahu kesulitannya. Kita memang punya kemampuan untuk membuat, tapi masalahnya ada yang mau investasi gak? Apakah BUMN atau perusahaan dalam negeri mau berinvestasi di bidang farmasi yang jumlahnya triliunan, tapi dengan risiko belum tentu jadi? Belum ada yang berani sampai saat ini," beber Rahmad.

"Jadi saat ini sebaiknya siapapun yang mau investasi, entah asing atau dalam negeri, kita berikan karpet merah. Kita sambut dengan baik. Karena ini untuk kedaulatan kita bersama," pungkas dia.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Invertasi Luhut Binsar Pandjaitan mengngkapkan, pemeirntah RI akan bekerjasama dengan salah satu perusahaan Tiongkok untuk membangun pabrik vaksin covid-19 pada 2022 mendatang.

"Industri vaksin terus kita dorong di Indonesia. Ada satu yang akan produksi nanti pada April 2022 kerja sama dengan perusahaan Indonesia dan perusahaan Tiongkok," kata dia. (H-3)

BERITA TERKAIT