29 August 2021, 10:40 WIB

Berdamai Dengan Pandemi Landasan Kerja B2W Indonesia


Media Indonesia | Humaniora

B2W/EnHa
 B2W/EnHa
Jajaran pengurus B2W Indonesia yang baru dilantik.

BERDAMAI dengan pandemi dan tetap memiliki spirit bahwa setiap hari adalah hari yang baik, menjadi landasan kerja kepengurusan baru Bike 2 Work (B2W) Indonesia periode 2021-2024. Hal ini tak lepas dari situasi pandemi covid-19 yang belum kunjung usai, sehingga mau tak mau harus disikapi dengan bijak.

"Kita tak boleh berdiam diri saja karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Menyikapi secara bijak kondisi pandemi merupakan hal mutlak dan tak bisa ditawar," ujar Ketua B2W Indonesia Fahmi Saimima seusai rapat kerja nasional di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (29/8).

Hal baru pula yang mendasari keputusan untuk memilih citra baru melalui tagline atau moto Hari yang Bike. Menurut Fahmi, "Ini merupakan narasi sederhana untuk memberi harapan, optimisme, bagi siapa saja dan terutama jajaran kepengurusannya, agar bisa berdamai dengan pandemi dan tetap punya spirit bahwa setiap hari adalah hari yang baik."

Di samping pengukuhan pengurus, rapat kerja nasional di antaranya juga membahas dan menetapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang baru. Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan berbagai hal secara keorganisasian dengan perkembangan dan tantangan baru.

Acara pengukuhan atau pelantikan berlangsung dengan pembacaan ikrar tentang rambu-rambu pelaksanaan tugas, yang berkaitan dengan kewajiban mematuhi aturan, etika, dan moral. "Semoga Tuhan yang Mahaesa senantiasa memberikan kekuatan lahir dan batin dalam melaksanakan tugas dan amanah yang diberikan," imbuh Fahmi yang sebelumnya lebih dulu dikukuhkan Teddy Nugraha, salah seorang Dewan Penasihat B2W Indonesia.

"Hari ini adalah hari yang baik; hari yang sangat penting yang akan menentukan agenda perbaikan organisasi ke arah yang lebih baik," papar Fahmi dalam pidatonya sesaat setelah dikukuhkan sebagai ketua umum. Ia menjabarkan perbaikan organisasi itu akan dilakukan, seperti yang dikemukakannya saat penyampaian visi-misi, dengan 'fondasi yang kuat, legal standing, dan proses yang benar'.

Tercatat 30 perwakilan dari berbagai wilayah di Indonesia hadir secara fisik dan beberapa mengikuti kegiatan secara daring. (RO/O-2)

BERITA TERKAIT