25 August 2021, 18:37 WIB

Dalam Pengelolaan Lingkungan dan Sosial, KT&G Meraih Peringkat Terbaik


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Kegiatan corporate social responsibility (CSR) dari KT&G di Indonesia.

ASPEK-aspek lingkungan hidup, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environment, Society, and Governance (ESG) semakin populer di dunia bisnis.

Berbagai perusahaan terus meningkatkan pengelolaan ESG sebab evaluasi atas indeks-indeks ESG berdampak secara langsung terhadap aktivitas bisnis, seperti pendanaan dan penjualan. 

Perusahaan tembakau asal Korea Selatan (Korsel) KT&G telah merambah pasar Indonesia selama 10 tahun dan terus memperkuat pengelolaan ESG.

KT&G juga berhasil mempertahankan pangsa pasar terbesar di Korea selama bertahun-tahun.

Bahkan, KT&G kini menjadi perusahaan tembakau terbesar kelima di dunia dalam hal pangsa pasar dan penjualan.

Pada tahun lalu, pendapatan konsolidasian KT&G berhasil menembus KRW (won Korea) 5 triliun, rekor tertinggi sejak perusahaan terbentuk. Demi menjadi perusahaan raksasa yang berskala global, KT&G menjalankan strategi untuk mencapai kinerja di luar angka-angka keuangan.

KT&G juga memaksimalkan nilai tambah nonfinansial yang meliputi lingkungan hidup, sosial, dan tata kelolaa perusahaan.

Sebagai warga perusahaan global, KT&G memiliki berbagai program kontribusi sosial yang memenuhi tanggung jawab sosialnya, tak hanya di Korsel, namun juga di negara-negara yang menjadi lokasi kantor luar negeri KT&G.

Di Indonesia, KT&G mengelola Sangsang Univ, Pusat Bahasa Korea, Pusat Pelatihan Kerja, dan beberapa wadah pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Seluruh program ini ingin membantu generasi muda dan golongan masyarakat kurang mampu agar mampu hidup mandiri.

Pada 2014, KT&G menjadi perusahaan Korsel pertama di Indonesia yang membuka pusat bahasa Korea sebagai sarana pertukaran budaya antara kedua negara.

Di tahun yang sama, KT&G mulai mengelola komunitas mahasiswa yang disebut ‘Sangsang Univ Indonesia’. Komunitas ini menyediakan kesempatan gratis bagi generasi muda yang ingin mengembangkan bakatnya sebagai penggerak ekonomi nasional.

Lebih lagi, KT&G mendanai ‘Coffee Lab’, sebuah pusat pelatihan kerja di sektor budi daya kopi. Fasilitas ini membantu perkembangan industri kopi di Indonesia, dan mem-buka berbagai lapangan pekerjaan mengingat status Indonesia sebagai penghasil kopi terbesar keempat di dunia.

Pada Maret 2021, KT&G mendirikan KT&G Indonesia Job Training Center”di Universitas Kristen Cipta Wacana yang memberikan pelatihan gratis bagi keluarga berpendapatan rendah.

KT&G juga ingin mengadakan pelatihan teknologi tekstil hingga September 2022 bagi keluarga dan pemuda berpendapatan rendah di berbagai fasilitas kesejahteraan sosial.

KT&G berkontribusi untuk komunitas lokal dengan menciptakan sekitar 4.800 pekerjaan baru secara kumulatif sejak 2006, atau sekitar 900 pekerjaan baru setiap tahun. KT&G juga membeli daun-daun tembakau dan suplai tembakau lokal demi menggerakkan aktivitas ekonomi.

KT&G terus memperkuat program tanggung jawab sosial sebagai warga perusahaan, dan meraih peringkat “AA” dalam indeks ESG yang diterbitkan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Februari2021i.

MSCI mengevaluasi KT&G bersama perusahaan-perusahaan tembakau berskala global lainnya. Peringkat ESG KT&G bahkan mengungguli tiga perusahaan tembakau terbesar di dunia. Peringkat “AA” atau di atasnya tergolong sebagai Pemimpin ESG di industri.

Jaeyoung Cho, Chief of Global Headquarter of KT&G, mengatakan, “Kami akan terus membuat kontribusi sosial secara aktif di tingkat global, dan menjadi pemimpin ESG yang mendatangkan berbagai dampak positif.”

“Indonesia dan Korea telah lama menjadi mitra dan memiliki aktivitas perdagangan yang aktif. Itu sebabnya, kami ingin terlibat menggerakkan ekonomi Indonesia dan meningkatkan nilai tambah sosial lewat kontribusi lokal,” kata Jaeyoung Cho. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT