25 August 2021, 10:45 WIB

Masyarakat Tidak Perlu Disinfeksi Kemasan Makanan


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

ANTARA/SISWOWIDODO
 ANTARA/SISWOWIDODO
Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong, Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (11/2/2021)

Masyarakat dinilai tidak perlu lagi desinfektan bungkus makanan apabila melakukan take away atau pesan makanan secara daring.

Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan, Lia Natalia menjelaskan berdasarkan penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Sars-Cov-2 atau virus korona membutuhkan inang yang hidup untuk bertahan hidup sehingga tidak bisa bertahan lama atau bermutasi di permukaan kemasan makanan.

Baca juga95% Bahan Baku Produk Farmasi Indonesia Masih Andalkan Impor

"Oleh karena itu WHO menyatakan tidak perlu disinfektan kemasan makanan tapi tangan yang harus memegang bungkus makanan itu yang perlu dicuci," kata Lia dalam webinar Daur Ulang Sampah, Selasa (24/8).

Yang perlu diperhatikan masyarakat adalah higenistas makanan tersebut mulai dari pengolahan makanan hingga kemasan makanan yang bisa menjaga kekakuan dan higenistas makanan.

Selain itu, Lina juga menjelaskan tidak ada bukti ilmiah yang dikeluarkan WHO bahwa orang dapat terkontaminasi virus korona dari makanan atau buah, atau buah yang tidak dimasak.

"Buah dan sayur yang segar itu bagus untuk kesehatan dengan catatan dicuci yang bersih dan menyeluruh, pengolahan juga yang baik," jelasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT