24 August 2021, 15:46 WIB

Jumlah Siswa Kurang Dari 60, Sekolah Tidak Terima Dana BOS


Faustinus Nua | Humaniora

ANTARA/Wahdi Septiawan
 ANTARA/Wahdi Septiawan
 Seorang guru memberikan materi luar kelas kepada beberapa muridnya di SDN 226/III Renah Kasah, Kerinci, Jambi, Senin (4/1/2021). 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Dirjen PAUD Dikdasmen menegaskan bahwa sekolah dengan peserta didik kurang dari 60 orang tidak menerima dana BOS. Dengan catatan sekolah tersebut sealama tiga tahun berturut-turut jumlah siswanya jauh di bawah satandar pemerintah.

"Sekolah-sekolah di daerah padat penduduk kalau siswanya kurang dari 60 tidak terima BOS. Itu kalau sudah 3 tahun tidak ada perubahan," Setditjen PAUD Dikdasmen, Sutanto kepada Media Indonesia, Selasa (24/8).

Menurutnya, aturan tersebut sudah diturunkan dalam Permendikbud No. 6/2021. Sehingga sekolah-sekolah yang sejak tahun 2018 jumlah siswanya di bawah 60 orang, maka tahun ini tidak bisa menerima dana BOS.

Baca juga: Pemerintah Terus Sempurnakan DTKS untuk Bantu Masyarakat Miskin

Akan tetapi, Permendikbud tersebut tetap memberi ruang bagi sekolah-sekolah di daerah 3T. Menurut Sutanto, meski jumah siswanya kurang dari 60 orang tetap menerima dana BOS dengan alokasi minimal per 60 siswa.

"Sekolah di daerah 3T tetap terima dana BOS meski jumlah siswa tidak mencapai 60 orang," tambahnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa alasan Kemendikbud tidak menyalurkan dana tersebut lantaran dinilai tidak efisien. Kebanyakan sekolah di daerah padat penduduk yang siswanya sedikit merupakan sekolah yang tidak diminati masyarakat.

Lantas, sekolah-sekolah tersebut harus memperbaiki kualitasnya atau performanya. Bila tidak ada peningkatan, maka menjadi tugas Pemda untuk melakukan merger beberapa sekolah. Dan waktu 3 tahun disebutnya cukup untuk memperbaiki atau memerger sekolah-sekolah baik swasta maupun negeri. "Kalau 3 tahun performanya tidak meningkat kan tidak efisien," tandasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT