16 August 2021, 14:00 WIB

YLKI Minta Pemerintah Audit Harga Tes PCR agar Harganya Wajar


Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora

MI/Dwi Aprini
 MI/Dwi Aprini
Ilustrasi: tes swab PCR

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan agar biaya tes swab PCR diturunkan menjadi Rp450 - Rp550 ribu. Hal tersebut juga direspon oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

"Instruksi ini patut diapresiasi, sebab harga tes PCR akan turun dari Harga Eceran Tertinggi (HET) selama ini," Ujar Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI, Senin (16/8).

Lebih lanjut, Tulus mengatakan perlu adanya catatan terkait permasalahan harga tes PCR. Pertama, perlu diadakan audit harga tes swab PCR agar hal ini lebih transparan dan akuntabel. "Dengan audit tersebut, bisa diketahui berapa struktur harga tes PCR yang sesunggugnya," terangnya.

Selain itu, dirinya juga mengungkap perlu adanya audit tata niaga. Hal ini untuk mengetahui apakah selama ini adanya dugaan praktek persaingan usaha tidak sehat.

"Misalnya, adakah dugaan kartel harga? oleh karena itu, musti ada investigasi oleh KPPU untuk membuktikannya," lanjut Tulus

Terakhir tulus menyarankan agar komponen pajak dari aktivitas tes PCR dihilangkan. Hal ini sebagai upaya harga tes swab PCR yang saat ini melambung tinggi, harganya bisa turun. Hal itu sejalan dengan instruksi Presiden mengenai hal ini.

"Misalnya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), atau bahkan komponen pajak lainnya, Tidak etis pemerintah memungut PNBP dan pajak pada tes PCR," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan II 2021 Stagnan

BERITA TERKAIT