15 August 2021, 22:01 WIB

Tiga Pemuka Agama Besar akan Ajak Merajut Kebinekaan NKRI


Mediaindonesia.com | Humaniora

DOK Pribadi.
 DOK Pribadi.
Webinar Nasional Langkah Nyata Merajut Kebinekaan NKRI.

DALAM rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan Ke-76 Republika Indonesia, Badan Pelayanan Nasional Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPN-PKKI) akan mengadakan Webinar Nasional bertajuk Langkah Nyata Merajut Kebinekaan NKRI pada Jumat (20/8) pada pukul 18.30 WIB. 

Tujuan Webinar Nasional itu mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk bersatu dan bergandengan tangan. "Sebagai narasumber ialah tiga tokoh bangsa yang mewakili tiga pemuka agama besar di Indonesia," ujar Endie Raharja yang menjabat sebagai Ketua Panitia Webinar Nasional itu dalam keterangan resmi, Minggu (15/8). 

Ketiganya ialah Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj sebagai perwakilan dari umat Islam di Indonesia, Vice Director of Education of World Bhuddist Sangha Council Bhikkhu Jayamedho Thera sebagai perwakilan dari umat Budha di Indonesia, dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Ignatius Kardinal Suharyo sebagai perwakilan umat Kristen Katolik di Indonesia. 

Menurut Endie, acara ini diselenggarakan sebagai salah satu perwujudan toleransi antarumat beragama di Indonesia untuk memberikan sebuah harapan di tengah situasi pandemi covid-19. "Di tengah kondisi bangsa saat ini, semangat toleransi antarumat beragama yang terwujud di dalam berbagai langkah nyata merajut kebinekaan NKRI harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa," tuturnya. 

Tim publikasi dan tim teknis panitia penyelenggara Webinar Nasional menambahkan ketiga tokoh bangsa itu masing-masing akan membahas segala hal konkret yang sudah dan akan dilakukan sebagai langkah nyata merajut kebinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung acara Webinar Nasional tersebut dengan mendaftarkan diri dan hadir di acara yang diadakan melalui aplikasi Zoom dan beberapa kanal Youtube seperti Hidup TV, Karismatik Katolik Indonesia, dan Komisi Komsos Keuskupan Bandung. (OL-14)

BERITA TERKAIT