15 August 2021, 16:28 WIB

Generasi Muda Punya Potensi Besar untuk Bangun Indonesia


Faustinus Nua | Humaniora

Antara
 Antara
Suasana gedung bertingkat di wilayah Jakarta.

CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menilai kaum muda Indonesia mempunyai potensi besar untuk membangun bangsa. Apabila dipersiapkan dengan baik, sekitar 20 mendatang para generasi muda bisa menjadi pemimpin yang unggul.

"Setiap tahun kita menghasilkan ribuan sarjana. Kita menghasilakan jutaan pemuda-pemuda baru. Kita memiliki 70% pemuda, yang insyaallah 20 tahun akan datang kita menuai hasilnya menjadi pemimpin baru," ungkap Mirdal dalam diskusi virtual, Minggu (15/8).

Potensi sumber daya manusia (SDM) yang luar biasa, lanjut dia, harus dipersiapkan dengan matang. Kaum muda juga harus memiliki karakter yang kuat, untuk bisa menjadi pribadi yang unggul.

Baca juga: Jawab Tantangan Bernegara, Rerie: Perlu Bangkitkan Komitmen Bersama

Menurutnya, karakter yang dibutuhkan ialah profesional dan memiliki moral. Profesional menunjukkan pemuda Indonesia mampu berkontribusi atau berperan di mana pun posisinya. Artinya, mereka memiliki karakter yang siap mengahadapi tantangan di masa depan.

Adapun karakter moral merupakan kekhasan bangsa, yang menjadi dasar dalam interaksi dengan sesama. Karakter tersebut mengacu pada nilai dan norma yang terkandung dalam kebudayaan masyarakat. 

"Cara seseorang beretika pada dasarnya berkaitan dengan siapa dia sebagai pribadi. Ini menjadi elemen penting," pungkas Mirdal.

Baca juga: Presiden Minta Generasi Muda Berminat Jadi Petani

Lebih lanjut, Mirdal menyebut bangsa Indonesia tidak boleh terlena dengan kekayaan alam yang dimiliki. Puluhan tahun Indonesia merdeka, namun bangsa ini masih mengandalkan sumber daya alam yang semakin menipis.

Alhasil, bangsa Indonesia lupa menyiapkan SDM yang unggul. Sumber daya alam tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Padahal, jika berkaca pada negara maju, seperti Singapura dan Jepang yang tidak memiliki sumber daya alam, mereka sudah jauh lebih berkembang. 

"Kita memiliki semua potensi untuk menjadi negara sukses yang maju. Tetapi, hampir kita lewatkan sampai 50-70 tahun yang lalu," tegasnya.(OL-11)

 

 

 

BERITA TERKAIT