14 August 2021, 09:00 WIB

Kunjungi Lampung, Airlangga Tinjau Penanganan Covid-19


M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

Antara
 Antara
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga merupakan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mengunjungi provinsi Lampung pada Jumat (13/8), untuk meninjau dan berdialog langsung mengenai kondisi di lapangan terkait implementasi penanganan covid-19.

Dia menerangkan, secara umum mobilitas di Provinsi Lampung masih lebih tinggi daripada rata-rata nasional, sehingga hal ini masih perlu diwaspadai dan ditekan terutama pada sektor ritel dan rekreasi, taman, dan pusat transportasi umum.

Sementara, tingkat kepatuhan memakai masker di Provinsi Lampung sudah cukup tinggi, namun masih terdapat daerah dengan kepatuhan rendah yaitu Kabupaten Lampung Timur (40,43%) dan Kota Metro (52,38%).

Ditambah juga capaian target vaksinasi yang masih rendah, yakni dari target vaksinasi yang sebanyak 6.645.226, capaian untuk dosis pertama baru sekitar 681.585 atau 10% saja.

"Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah berkomitmen memberi sebanyak 1,5 juta vaksin kepada Provinsi Lampung. Kemudian, kalau kita lihat mobilitas masyarakat (Lampung) yang masih relatif tinggi, sehingga saya menititipkan kepada Kapolda dan Pangdam untuk meningkatkan pembatasan mobilitas," ungkap Airlangga dikutip dari siaran pers, Sabtu (14/8).

Secara umum, 10 Provinsi di Sumatera mengalami kenaikan Kasus Aktif rata-rata 1,5%, dan share nasional sebesar 20,9%. Dari 20 Kabupaten/Kota di Pulau Sumatera yang menerapkan PPKM Level 4, terdapat 6 Kabupaten/Kota dari Provinsi Lampung.

Sesuai data per 12 Agustus 2021, Provinsi Lampung memiliki Kasus Aktif sebesar 15,5% (nasional 10,9%), Tingkat Kematian (CFR) 6,9% (nasional 3,0%), dan Tingkat Kesembuhan (RR) 77,4% (nasional 86,1%).

BOR (Bed Occupancy Rate) RS Rujukan Covid-19 di Lampung sebesar 60% juga lebih tinggi dari nasional yang sebesar 46,08%, dengan tingkat konversi tempat tidur (TT) untuk Covid-19 baru 27%. Kabupaten/Kota dengan BOR di atas 70% yakni Kabupaten Lampung Utara (BOR 78%; konversi 18%) dan Kota Bandar Lampung (BOR 71%; konversi 28%).

Tingkat konversi TT di Provinsi Lampung memang masih di bawah rata-rata nasional, kecuali Kabupaten Lampung Tengah (41%) dan Tulang Bawang Barat (32%).

Airlangga kembali mengingatkan mengenai protokol kesehatan 3M, sesuai arahan Presiden Jokowi yang terpenting untuk dilaksanakan adalah 1M dulu yaitu menggunakan masker.

Selain itu, dia juga menyampaikan arahan Presiden yang lainnya yaitu pendirian fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter), khususnya di Lampung karena mempunyai dermaga yang cukup panjang, maka bisa dipakai untuk bersandar kapal PELNI yang akan digunakan sebagai tempat Isoter tersebut.

"Untuk Isoter di kapal tersebut tentunya dibutuhkan tenaga kesehatan, selain dari lokal (Lampung), ini juga akan disiapkan dari BNPB. Yang menjadi fokus utama tinggal bagaimana membawa pasien isoman yang punya komorbid dan bergejala berat ke Isoter, seperti pengalaman di Kudus yang sudah berhasil menurunkan jumlah angka positifnya," ujar Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah pusat melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) menyerahkan bantuan Oxygen Concentrator sebanyak 309 unit secara simbolis kepada Pemerintah Provinsi Lampung.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Airlangga kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, dan disaksikan oleh Kepala BNPB Ganip Warsito.

"Penyerahan bantuan Oxygen Concentrator kali ini berjalan baik sesuai rencana. Hal ini sesuai komitmen Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan tabung gas oksigen serta Oxygen Concentrator kepada Pemerintah Daerah yang masuk di PPKM Level 4, terutama untuk membantu rumah sakit di sana," pungkas Airlangga.

Selain itu, Airlangga juga mengadakan Rapat Koordinasi bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Kepala BNPB Ganip Warsito, yang dihadiri secara virtual oleh seluruh Bupati dan Wali Kota di Provinsi Lampung.

Rakor ini dijadikan sebagai wadah menyerap aspirasi dari para pemimpin daerah tersebut tentang evaluasi capaian dan juga kendala dalam menangani kasus Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Turut hadir dalam Rakor kali ini adalah Kepala BNPB Ganip Warsito, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, dan para Bupati/Wali Kota se-Provinsi Lampung. (Mir/OL-09)

BERITA TERKAIT