13 August 2021, 11:13 WIB

Airlangga Targetkan 2,1 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Selama Agustus di Kalimantan


mediaindonesia.com | Humaniora

Antara
 Antara
 Ketua KPC PEN (Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) Airlangga Hartarto. 

MENKO Perekonomian yang juga Ketua KPC PEN (Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional), Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah terus mempercepat program vaksinasi Covid-19 di sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di daerah yang kasus aktifnya tercatat masih tinggi.

Menko Airlanggga mengatakan, khusus untuk wilayah Pulau Kalimantan selama pekan keempat Juli sampai dengan pekan keempat Agustus 2021, akan didistribusikan ke lima provinsi di Kalimantan sebanyak 1.733.880 dosis, ditambah stok yang masih ada di pemda sekitar 400 ribu dosis.

Dengan begitu, jumlah dosis yang bisa disuntikkan untuk wilayah Kalimantan selama Agustus 2021 ini sekitar 2,1 juta dosis.

Hal itu disampaikan Airlangga saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dengan para kepala daerah dan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) wilayah Kalimantan, Kamis (12/8).

“Vaksinasi harus terus ditingkatkan, selain untuk mencapai kekebalan kelompok, juga untuk melindungi masyarakat yang paling rentan,” kata Menko Airlangga. 

 Per 11 Agustus 2021, dari 208 juta orang target vaksinasi, sudah sebanyak 78,3 juta orang yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Pemerintah menargetkan akan meningkatkan target vaksinasi menjadi 2 juta sampai dengan 2,5 juta suntikan per hari.

Selain peningkatan vaksinasi, Menko Airlangga juga menjelaskan langkah-langkah antisipasi yang diambil untuk mengatasi kekurangan oksigen di wilayah Kalimantan.

Airlangga meminta kepala daerah untuk memastikan seluruh Rumah Sakit mengisi laporan harian oksigen melalui SIRS Online dan mengkoordinasikan kebutuhan oksigen dengan Kementerian Kesehatan.

Airlangga menerangkan, “Pemerintah mengantisipasi dan segera mengirimkan tambahan bantuan oksigen, karena berdasarkan laporan di lapangan masih ada daerah yang mengalami kekurangan pasokan oksigen, terutama di Kalimantan Utara.”

Untuk mengatasi ini, pemerintah telah memetakan produsen dan industri pemasok oksigen di Kalimantan, antara lain berasal dari Samator Bontang, Samator Kutai, Pupuk Kaltim dan Kaltim Methanol Industri. Jumlah RS yang sudah mengisi sistem SIRS Online hanya 62% atau 126 RS dari total 205 RS di Kalimantan.

Selain itu, Pemerintah juga telah mendistribusikan sekitar 670 Oxygen Concentrator untuk wilayah Kalimantan.

Menko Airlangga juga meminta daerah yang belum memiliki tempat isolasi terpusat agar menyiapkannya.

Ia juga mengingatkan kembali pentingnya mengurangi mobilitas masyarakat karena ada korelasi kuat antara mobilitas masyarakat dan perkembangan jumlah kasus konfirmasi dan kasus aktif. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT