06 August 2021, 00:06 WIB

Kolaborasi Pemerintah-Swasta-Masyarakat Sipil Bantu Warga Hadapi Covid-19


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

Dok. Aice Group
 Dok. Aice Group
Distribusi masker medis dari Aice Group

PENANGANAN Covid-19 tidak bisa dijalankan sendiri hanya oleh pemerintah saja, perlu kolaborasi banyak pihak agar dampak pandemi bisa dihadapi secara menyeluruh.

Salah satunya ialah kolaborasi Kantor Staf Presiden, Aice Group dan Relawan Nasional Lawan Covid-19 (RNLC19) dalam inisitaif sejumlah gerakan membantu warga terdampak covid-19. Salah satunya ialah distribusi 500 ribu masker medis. 

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi Juri Ardiantoro mengatakan,  risiko lebih tinggi penularan yang ditimbulkan oleh berbagai varian baru virus korona menyebabkan semua pihak perlu lebih mengutamakan langkah pencegahan di hulu. 

Karena itu, distribusi masker medis berkualitas dengan melibatkan warga setempat lewat pendekatan door-to-door adalah bentuk gerakan multi pemangku kepentingan yang meringankan tetapi tetap aman dan tidak menambah risiko penularan di masyarakat bawah. 

“Kita perlu meningkatkan koalisi multi stakeholder ini. Pemerintah, swasta, tokoh masyarakat dan media massa sudah bergerak bersama. KSP saat ini mengordinasikan gerakan ini di masyarakat dengan berfokus pada dua hal. Pertama, kami mengarahkan effort dan logistik ini ke masyarakat bawah yang paling membutuhkan. Kedua, yang sangat penting juga, mengonsolidasikan gerakan ini berjalan dalam pendekatan yang paling aman. Gerakan pintu ke pintu bagi masker medis ini sangat memenuhi kaidah Prokes,” jelas Juri dalam diskusi virtual, Kamis (5/8).

Juri menegaskan, belum terlambat bagi warga membangun kedisiplinan dan kerja sama dalam melawan Covid-19. 

"Meskipun rumah sakit sudah sedikit lebih lapang dan statistik penularan menggambarkan perbaikan, tapi kita tidak boleh lengah. Ikhtiar kita adalah bukan untuk menurunkan sementara angka pandemi. Tapi untuk benar-benar menekan pandemi ini hingga titik yang paling aman buat masyarakat Indonesia kembali beraktifitas,” kata Juri.

Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana meyakini kerjasama adalah kunci bagi Indonesia dalam menyelesaikan pandemi Covid-19 saat ini. Dengan kondisi masyarakat yang majemuk dan tersebarnya masyarakat kurang mampu di seantero Nusantara, membuat pemerintah perlu melibatkan semua pemangku kepentingan dalam sinergi pencegahan penularan virus ini.

Tiga dari empat aspek penting penanganan kesehatan saat pandemi sangat dipengaruhi oleh kerekatan dan kerjasama sosial semua anak bangsa. Selain aspek kuratif, aspek lain promotif, preventif dan rehabilitatif memerlukan dukungan nyata semua pihak dalam menjalankan disiplin, kesepakatan tentang bahaya dan contoh nyata menjalankan Prokes Covid-19.

Sylvana memaparkan bahwa dalam kenyataan di lapangan, kondisi keterjangkitan virus di masyarakat sangat dipengaruhi oleh kesuksesan kebijakan pemerintah yang ditopang oleh kesepahaman dari berbagai unsur warga masyarakat.

Baca juga : Efikasi Moderna Stabil 94% Hingga 4-6 bulan usai Dosis Kedua

“Dalam aktifitas distribusi puluhan juta masker medis Aice Group sejak akhir tahun lalu di puluhan kota dan kabupaten, ada hikmah tentang pentingnya kerjasama. Keberhasilan gerakan pentahelix membagi 5 juta masker bersama KSP dan GP Ansor ke masyarakat paling rentan, plus belasan juta lainnya lewat warung penjual es krim Aice, kami sangat didukung oleh para alim ulama, tokoh masyarakat, hingga petugas kebersihan dan pedagang pasar,” jelas Sylvana.

Selain komitmen kerjasama sosial banyak pihak yang intensif tersebut, Aice Group menyampaikan pula komitmen produksi masker medis yang intensif hingga pandemi ini usai. Seperti diketahui sebelumnya, Aice Group sudah memproduksi setidaknya sekitar 50 juta lembar masker medis SHIELD-Aice yang diproduksi di Pabrik Aice Mojokerto, Jawa Timur. 

“Selain produksi puluhan juta masker medis, Aice Group juga sudah mengirimkan setidaknya 10 juta es krim berkualitas untuk keperluan donasi ke tenaga kesehatan maupun masyarakat umum di masa pandemi ini,” jelas Sylvana.

Ketua Umum RNLC19 Kris Budihardjo menjelaskan lembaganya adalah bentuk kerjasama melawan Covid-19 yang berasal dari dan ditujukan untuk warga masyarakat sendiri. Tenaga dan sumber daya lain yang dihimpun oleh RNLC19 berasal dari berbagai kalangan masyarakat, dan didayagunakan ke warga yang paling membutuhkan.

Menurut Kris, KSP dan lembaganya telah bersinergi dengan banyak pihak untuk begerak cepat memberikan bantuan kepada warga yang terkena pandemi, seperti yang dilakukan tim yang berada di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. 

Bantuan yang diberikan antara lain pengasapan atau penguapan untuk membasmi virus korona menggunakan Corona Buster hingga pembuatan dapur umum untuk membantu warga yang tengah melakukan isolasi mandiri dan mereka yang sedang menjalani perawatan di berbagai rumah sakit.  

“Gerakan RNLC19 adalah misi kemanusiaan untuk memperkuat efektifitas langkah Pemerintah sekaligus mengumpulkan sumber daya dari masyarakat dan kalangan swasta. Meski pemerintah sudah berusaha melakukan hal terbaik dalam mengatasi masalah pandemi ini, tapi kami melihat ada keterbatasannya juga. Kami hadir untuk mengefektifkan itu semua,” jelas Kris.       

Sementara itu, Aktivis Kemanusiaan dan Bencana Faisal Saimima mengingatkan bahwa bencana yang terjadi akibat pandemi Covid-19 belumlah menggambarkan berbagai potensi bencana lain yang bisa dialami masyarakat Indonesia dalam waktu dekat.

Pria yang juga menjadi Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ini menjelaskan, di luar krisis yang terjadi akibat pandemi serta dampak ikutan seperti masalah ekonomi bagi masyarakat, terdapat potensi berbagai bencana alam di berbagai titik wilayah Nusantara yang masih mengintai.

“Kita perlu bekerjasama dan cepat mengakhiri pandemi di negeri kita. Di lapangan, masyarakat juga menghadapi berbagai cobaan yang tak kalah berbahaya. Gunung meletus, gempa, banjir, menjadi bahaya ganda lainnya. Sekali lagi kita perlu bekerjasama dan membangun kesepahaman semua pihak. Kami optimis jika gerakan banyak stakeholder yang dijalankan KSP, swasta dan elemen masyarakat ini Insya Allah akan mampu mengurangi dampak berbagai bencana di masyarakat. Amin,” tutup Faisal.(RO/OL-7)

BERITA TERKAIT