05 August 2021, 18:32 WIB

Satgas Sebut Lonjakan Kematian Usia Produktif Disebabkan Varian Delta


Atalya Puspa | Humaniora

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
 ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Warga antre mengikuti vaksinasi COVID-19 

SATGAS Covid-19 menyebut bahwa tren peningkatan kematian pada usia produktif disebabkan oleh adanya varian delta yang lebih cepat menyebar dan lebih cepat memperburuk kondisi pasien.

"Menurut WHO bahwa varian delta yang sudah ditemukan di hampir 132 negara di dunia telah menyebabkan kenaikan kasus sebesar 80% selama 4 minggu terakhir," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (5/8).

Dengan adanya varian tersebut, masyarakat usia produktif yang aktif melakukan mobilitas di luar rumah rentan tertular dan menyebabkan peningkatan kasus covid-19 pada kelompok tersebut. Adapun, kematian dikatakan Wiku disebabkan juga dari terlambatnya penanganan yang dilakukan.

"Fakta kematian pada pasien meningkat peluangnya jika terlambat ditangani atau dirujuk maupun kepemilikan komorbid," ungkap dia.

Baca juga: BPS: Ekonomi Membaik, Tapi Belum Kembali ke Posisi Normal

Sebagai informasi, erdasarkan data yang dihimpun satgas covid-19 hingga Kamis (5/8), jumlah kematian pasien covid-19 usia produktif melampaui jumlah kematian lansia. Adapun, secara rinci, jumlah kematian usia 31-45 tahun mencapai 12,7%, selanjutnya kematian usia 46-59 tahun sebesar 36,7%. Sementara itu, jumlah kematian lansia usia di atas 60 tahun sebanyak 46,7%.

Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk proaktif mengenali gejala covid-19 dan riwayat aktivitas berisiko yang dilakukannya agar dapat segera mendapatkan penanganan jika terbukti positif covid-19.

"Masyarakat diharapkan secara proaktif melaporkan gejala dan aktivitas berisiko yang dilakukan. Jangan takut dan ragu karena seluruh pembiayaan covid-19 ditanggung pemerintah," pungkas Wiku. (OL-4)

BERITA TERKAIT