05 August 2021, 15:32 WIB

Beberapa Provinsi Luar Jawa Alami Kenaikan Kasus Covid-19 Hingga 50%


Atalya Puspa | Humaniora

Antara
 Antara
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Dumai, Riau.

SECARA nasional, terjadi penurunan jumlah kasus mingguan sebanyak 5% dibandingkan pekan sebelumnya. Namun, perlu dicatat beberapa provinsi yang melaporkan kenaikan kasus lebih dari 50% dibandingkan pekan sebelumnya. 

“Provinsi yang dimaksud adalah Aceh, Riau, Bengkulu, Sulawesi Tengah dan Gorontalo,” ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi, Kamis (5/8).

Jumlah kematian mingguan juga bertambah 28% dibandingkan pekan sebelumnya dan merata di 28 provinsi. Bahkan, penambahan jumlah kematian mingguan lebih dari 50% terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Berikut, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Banten, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Sulawesi Barat.

Baca juga: Pastikan Kesiapan Pemerintah Daerah Tekan Penambahan Zona Merah di Luar Jawa

Menurut Nadia, testing rate nasional saat ini berada di angka 4,01 per 1.000 penduduk per pekan. Itu turun sedikit dibandingkan minggu lalu yang mencapai 4,03 per 1.000 penduduk per pekan. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mensyaratkan testing rate minimal 1 per 1.000 penduduk per minggu sebagai indikator surveilans yang komprehensif. Saat ini, positivity rate nasional berada di 25,2% dengan tren menurun di dua pekan terakhir. 

Meski terjadi penurunan, angka positif masih tinggi untuk bisa mencapai target kurang dari 5%. “Terkait testing rate, masih ada 3 provinsi yang belum mencapai target testing rate, yaitu Lampung, NTB dan Maluku,” imbuh Nadia.

Sementara itu, penggunaan tempat tidur rumah sakit dalam hal ini untuk ruang isolasi dan ICU tercatat mengalami penurunan. Akan tetapi, perlu dilihat beberapa provinsi yang masih memiliki BOR isolasi lebih dari 80%. Seperti, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Timur dan Gorontalo. 

Untuk penggunaan tempat perawatan ICU lebih dari 80% tercatat di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten dan Kalimantan Timur. Adapun pemantauan pergerakan penduduk menggunakan data google mobility juga terus dilakukan.

Baca juga: Rata-rata Pasien Covid-19 Usia Produktif yang Meninggal Belum Divaksin

Dalam hal ini, untuk memantau pergerakan dan potensi dampak dari penambahan kasus covid-19. Dengan adanya pelonggaran, sudah mulai terlihat adanya tanda peningkatan pergerakan penduduk. Peningkatan pergerakan terjadi pada sektor retail dan transit, yang merepresentasikan pergerakan masyarakat.

Misalnya, di restoran, kafe dan pusat perbelanjaan. Adanya peningkatan pergerakan akan berpotensi meningkatkan interaksi antar masyarakat. Ini tentu berpengaruh pada potensi penularan covid-19.

“Kami imbau pelaku usaha yang sudah mulai beroperasi untuk memastikan tamu atau pelanggan, agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Sesuai dengan aturan PPKM level 3 dan level 4,” pungkas Nadia.

Dia menambahkan penguatan upaya 3T (testing, tracing dan treatment) terus dilakukan. Salah satunya, melibatkan TNI/Polri untuk membantu pelacakan kontak dan pemantauan isolasi mandiri. Dengan pelibatan lebih banyak elemen masyarakat, diharapkan membantu upaya pengendalian covid-19.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT