29 July 2021, 16:25 WIB

Pernah Alami Lebih dari Lima Gejala Covid-19? Waspadai Long Covid


Zubaedah Hanum | Humaniora

CDC
 CDC
Ilustrasi virus korona.

STUDI terbaru yang dilakukan oleh University of Birmingham, Britania Raya, mengungkap fakta terbaru long covid-19 atau pascacovid. Disebutkan bahwa pasien yang memiliki lebih dari lima gejala pada saat minggu pertama terinfeksi covid-19 terkait dengan risiko long covid di kemudian hari.

Tinjauan oleh Kelompok Studi Therapies for Long Covid (TLC) yang dipimpin oleh University of Birmingham, yang diterbitkan dalam Journal of the Royal Society of Medicine, merangkum penelitian terkini tentang prevalensi gejala, komplikasi, dan manajemen long covid.

Data prevalensi yang dikumpulkan dalam tinjauan tersebut menyoroti 10 gejala long covid yang paling umum. Gejala tersebut adalah kelelahan, sesak napas, nyeri otot, batuk, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri dada, bau yang berubah, diare, dan ganguan indra perasa.

Para peneliti mengidentifikasi dua kelompok gejala utama long covid, yakni kelelahan, sakit kepala, dan keluhan pernapasan bagian atas. Mereka yang memiliki keluhan multi-sistem termasuk demam dan gejala gastroenterologi yang sedang berlangsung.

Penulis utama Dr Olalekan Lee Aiyegbusi, Wakil Direktur di Pusat Penelitian Hasil Laporan Pasien (CPROR) University of Birmingham, mengatakan, “Ada bukti bahwa dampak covid-19 akut pada pasien, terlepas dari tingkat keparahannya, tidak hanya berdampak pada lamanya perawatan tetapi juga berdampak pada masalah kesehatan mental,” ujarnya.

“Orang-orang yang memiliki gejala long covid biasanya merasa dijauhkan dan diabaikan oleh fasilitas kesehatan dan hanya menerima pemeriksaan yang terbatas. Lebih dari sepertiga pasien yang kami teliti, masih merasakan sakit atau mengalami kondisi klinis yang lebih parah daripada gejala awal yang dirasakan,” ujar Dr Aiyegbusi.

Dibandingkan dengan virus korona lain, para peneliti menyarankan bahwa dalam jangka panjang, pasien dengan long covid juga dapat mengalami penyakit yang serupa dengan pasien yang menderita SARS atau MERS.

Hal ini menunjuk pada analisis yang menunjukkan bahwa enam bulan setelah keluar dari rumah sakit, sekitar 25% pasien yang dirawat di rumah sakit dengan SARS dan MERS mengalami penurunan fungsi paru-paru dan kemampuan berolahraga. (Medcom.id/H-2)

 

BERITA TERKAIT