27 July 2021, 19:29 WIB

Puan Minta Testing dan Tracing Covid-19 Ikut Dikuatkan di Luar Jawa-Bali


Sri Utami | Humaniora

Antara/Arnas Padda
 Antara/Arnas Padda
Edukasi disiplin protokol kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan

KETUA DPR Puan Maharani meminta pemerintah mencegah daerah di luar Jawa dan Bali menjadi episentrum baru penularan covid-19. Sebab, penularan di beberapa daerah luar Jawa dan Bali sudah mencapai 100% lebih dalam sepekan terakhir.

“Jangan sampai kejadian di Jawa sebulan terakhir ini terulang di luar Jawa. Dengan fasilitas kesehatan tidak sebaik di Jawa, penularan yang tinggi di luar Jawa akan sangat mengkhawatirkan,” kata Puan di Jakarta, Selasa (27/7).

Aparat pemerintah daerah harus melakukan pengawasan yang ketat di wilayahnya masing-masing, khususnya yang masuk dalam zona merah atau yang melaksanakan PPKM Level 4.

“Karena setiap apapun faskesnya, kalau laju penularan di hulu tidak benar-benar diredam, pasien tetap tidak akan tertampung,” ujar Puan.

Di samping itu testing dan tracing harus ditingkatkan secara masif per daerah. Sebab semakin cepat testing masif dilakukan, semakin cepat potret penyebaran kasus per daerah diketahui.

“Hal ini akan menjadi guidance bagi pemerintah dalam menetapkan policy di hulu dan hilir untuk melandaikan kasus," kata Puan.

Selain testing dan tracing, kata Puan, pemerintah daerah juga harus menfasilitasi tempat isolasi terpusat. Sementara untuk pasien yang memilih isoman, harus disertai pengawasan dari aparat setempat dan dukungan masyarakat. 

Baca juga : Erick Thohir: Indonesia Juga Kembangkan Vaksin BUMN

"Harus betul-betul dihindari kasus pasien meninggal saat isoman. Ini soal nyawa," tegasnya.

Selain pengawasan, pemerintah harus secepatnya melakukan mitigasi penularan Covid-19 di luar Jawa, yakni dengan menambah kapasitas faskes beserta tenaga kesehatannya, ketersediaan obat terapi covid-19 dan juga oksigen.

“Obat terapi Covid-19 dan oksigen di luar Jawa tidak boleh langka seperti di Jawa,” tegas almunus Universitas Indonesia itu.

Mantan Menko PMK ini berharap pemerintah menambah kapasitas produksi dan distrubusi obat serta oksigen ke kabupaten/kota yang kini masuk zona merah atau melaksanakan PPKM Level 4.

“Kalau pemerintah sudah memutuskan untuk mendatangkan obat dan oksigen dari luar negeri, prosesnya harus lebih cepat. Karena proses pengadaan ini berkejar-kejaran dengan laju penularan yang cepat,” ujarnya. 

Dia berharap pasokan oksigen ke daerah-daerah di Jawa yang laju penularannya sudah landai, bisa dialihkan ke luar Jawa yang tingkat infeksinya sudah tinggi. Di sisi lain, kata Puan, proses vaksinasi di luar Pulau Jawa juga harus terus digenjot.

“Pengawasan PPKM, mitigasi dan vaksinasi adalah proses yang harus simultan. Tidak boleh salah satunya terhenti,” tukasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT