25 July 2021, 19:45 WIB

Ikut Pertemuan G20, Menteri LHK Paparkan Strategi Perubahan Iklim 


Atalya Puspa | Humaniora

Antara
 Antara
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI.

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya hadir secara virtual bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam pertemuan para menteri G20.

Pertemuan dengan tema Energy and Climate berlangsung pada Jumat (23/7) kemarin. Pada sesi ini, negara-negara G20 membahas soal pemulihan pandemi covid-19 yang berkelanjutan. Serta, pembangunan kota hijau untuk mengendalikan perubahan iklim global, percepatan transisi energi, hingga pendanaan perubahan iklim.

Pernyataan resmi dari Indonesia yang dibacakan Menteri LHK, memaparkan perspektif hijau telah banyak dipikirkan komunitas di seluruh dunia. Hal ini semakin berkembang dengan sangat cepat dengan dukungan kuat dari generasi muda.

Baca juga: KLHK Bantah Tudingan Obral Izin Kawasan Hutan

"Masyarakat kita sudah mulai menghargai upaya penghijauan dengan cara sederhana. Seperti penanaman pohon dan daur ulang sampah," ungkap Siti dalam keterangan resmi, Minggu (25/7).

"Industri hijau dengan penekanan pada efisiensi energi dan penggunaan sumber daya yang berkelanjutanm serta peningkatan kualitas lingkungan juga tumbuh dengan pesat," imbuhnya.

Indonesia dikatakannya tengah mengembangkan program Pembangunan Kota Hijau. Program itu dirancang untuk mendorong partisipasi pusat dan daerah untuk mencapai kota hijau, yang berkelanjutan, termasuk bangunan, energi dan transportasi ramah lingkungan.

"Kami juga telah memasukkan Solusi Berbasis Alam atau Pendekatan Berbasis Ekosistem untuk memberikan manfaat ekosistem ke kota atau kawasan perkotaan," jelas Siti.

Siti mengatakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata iklim, Indonesia telah memberikan Green Leadership Awards, atau yang dikenal dengan Nirwasita Tantra. Ini bertujuan untuk menghargai para pemimpin lokal, anggota parlemen, pemimpin bisnis dan pemuda yang telah mengaktualisasikan kepemimpinan berorientasi ramah lingkungan.

Baca juga: Indonesia Komitmen Tangani Krisis Iklim dengan Kurangi Pembuangan Sampah ke Laut

Pemerintah Indonesia akan bekerja sama dengan semua anggota untuk merancang solusi dan berkontribusi untuk mengatasi tantangan lingkungan dan iklim global. "Kami percaya manajemen hijau adalah jawaban strategis untuk masa depan. Melalui sinergi di semua tingkatan, kita dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, meningkatkan kualitas lingkungan," pungkasnya.

Sejalan dengan pembangunan kota berkelanjutan, Indonesia berkomitmen untuk memimpin aksi pengendalian perubahan iklim. Indonesia saat ini berada pada jalur untuk memenuhi Updated NDC dan akan memperkuat tindakan pengendalian perubahan iklim, terutama dalam energi terbarukan.

Lalu, Siti berharap negara anggota G20 bisa memimpin dalam memperkuat kemitraan global. Indonesia akan berusaha mempertahankan momentum pertemuan hari ini menuju COP26 UNFCCC. Bukan hanya ambisi, tetapi juga tindakan nyata untuk mencapai rendah karbon dan masa depan berkelanjutan.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT