23 July 2021, 14:45 WIB

Penanganan Pandemi belum Berpihak pada Anak


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

123RF
 123RF
Ilustrasi

LEBIH dari 350 ribu anak Indonesia terpapar covid-19. Akses pendidikan terputus, kemiskinan dan kelaparan harus mereka hadapi. Kepada pemerintah, CEO Save the Children di Indonesia, Selina Pata Sumbung mengatakan, penanganan pandemi ke depan harus lebih berpihak pada anak.

“Dengan jumlah kasus positif yang terus bertambah termasuk pada anak - anak, ini sebuah peringatan bagi semua pihak, dimana kita perlu menempatkan pemenuhan hak anak menjadi prioritas utama karena anak – anak adalah masa depan akan tetapi mereka juga kelompok yang paling berisiko dan merasakan dampak dari Pandemi ini," kata Selina, dalam pernyataannya terkait Hari Anak Nasional yang diperingati hari ini, 23 Juli 2021.

Merujuk data Satgas Penanganan Covid-19 pada 16 Juli 2021, sebanyak 12,8% atau 351.336 kasus positif covid-19 terjadi pada usia anak 0 – 18 tahun dimana 777 anak di antarnya telah meninggal dunia.

Adapun, prosentase angka kematian tertinggi berada pada kelompok usia 0 – 2 tahun, diikuti kelompok usia 16 – 18 tahun dan usia 3 – 6 tahun. Bahkan 5 provinsi dengan jumlah kasus tertinggi tersebut diantaranya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Selina menyampaikan, Survei global Save the Children pada tahun 2020 di 46 Negara termasuk Indonesia menunjukan secara nyata dampak pandemi yang tersembunyi dan dirasakan langsung oleh anak diantaranya adalah anak–anak lebih banyak mengalami kekerasan domestik dan menghadapi risiko kekerasan tiga kali lipat dari sebelum pandemi.

Selain itu potret kemiskinan anak juga meningkat tercatat sebanyak 56% responden orangtua menyatakan bahwa mereka seringkali meminjam uang karena kehilangan pekerjaan, dan 65% anak mengkonsumsi makanan lebih sedikit karena keterbatasan ekonomi.

"Pada Sektor pendidikan, sebanyak 91% keluarga dengan status minoritas tidak yakin anaknya dapat kembali bersekolah, tantangan dalam sektor pendidikan juga sangat besar mulai dari akses, kualitas dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas pada lingkungan yang aman," sebutnya.

Karena itulah, sebut Selina, upaya pemenuhan hak – hak anak perlu menjadi prioritas dalam proses pembanguan terutama penanganan pandemi covid-19 ke depan yang harus lebih berpihak pada Anak. Pasalnya, keterlibatan anak dan orang muda dalam proses pembangunan dan penanganan pandemi menjadi sangat penting untuk memastikan program dapat tepat sasaran dan menjawab kebutuhan anak.

Untuk menghindari kebijakan yang tidak tepat sasaran, salah satu wakil anak Indonesia, Sindy, 16, mengatakan, pemerintah perlu tahu betul sebenarnya apa yang anak – anak harapkan dan butuhkan.

"Anak harus diberi ruang yang aman agar dapat menyampaikan ide, gagasan serta fakta yang paling dekat dengan anak agar setiap program dapat tepat sasaran," sebut anggota Dewan Penasihat Anak & Orang Muda/Children & Youth Advisory Network (CYAN) Save the Children di Indonesia itu.

Dalam memperingati Hari Anak Nasional, Save the Children di Indonesia sendiri akan menyelenggarakan learning event dengan tema Pekan Berpihak Pada Anak – Inovasi Program dan Kemitraan Strategis di tengah Pandemi pada 27–29 Juli 2021.

Acara ini bertujuan untuk menyampaikan capaian dan tantangan program pemenuhan hak anak kepada publik serta menggandeng seluruh pihak untuk dapat memprioritaskan program pemenuhan hak anak dalam sektor masing – masing. (H-2)

BERITA TERKAIT