17 July 2021, 14:25 WIB

Umat Hindu Siap Hadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0


Budi Ernanto | Humaniora

DOK IST
 DOK IST
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Tri Handoko Seto di acara Kick-off UDG Nasional ke-14.

DIREKTORAT Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama tahun ini kembali menggelar ajang Utsawa Dharmagita (UDG) Nasional yang ke-14.

Ajang tiga tahunan tersebut seharusnya dilaksanakan pada 2020 tetapi karena merebaknya covid-19, pelaksanaannya diundur dan baru dilaksanakan pada tahun ini. Karena alasan yang sama, pelaksanaan UDG Nasional tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni berlangsung secara semi virtual.

Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Tri Handoko Seto, peserta lomba tidak berkumpul di satu tempat melainkan melaksanakan lomba dari daerah masing-masing dan penjurian ditentukan melalui video rekaman para peserta.

"UDG Nasional 2020 semestinya dilakukan secara terpusat di Provinsi Maluku tetapi karena perubahan teknis pelaksanaan seluruh kegiatan ofline akan dilaksanakan di daerah masing-masing dan penjurian akan dilaksanakan di jakarta," kata Tri dalam keterangan resminya yang diterima pada Sabtu, (17/7).

Tri menyatakan pandemi covid-19 tidak boleh menghentikan langkah dalam menyemangati umat khususnya anak-anak untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam berdharmagita setelah bertahun-tahun melakukan pembelajaran dharmagita.

Menurut Tri, UDG Nasional dengan semi virtual tidak akan mengurangi esensi dari tujuan diadakannya dharmagita. UDG Nasional adalah ajang untuk menilai seluruh proses pembinaan Dharmagita yang dilakukan Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG).

Baca juga: PUPR Bangun Rusun Sekolah Tinggi Agama Hindu di Bali

"UDG Nasional juga menjadi wahana untuk saling melihat perkembangan dan kemampuan dharmagita masing-masing daerah. Bahkan UDG semi-virtual ini tetap bisa menjadi ajang simakrama secara virtual. UDG Nasional semivirtual bahkan menunjukkan bahwa umat Hindu di seluruh nusantara sangat melek IT dan siap menghadapi tantangan revolusi industry 4.0,” sambung Tri yang juga alumnus Meteorology Department of Kyoto University.

Ketua Panitia UDG Desak Putu Sri Astitiselaku menambahkan, walau berlangsung secara semi virtual, peserta dijamin akan mendapatkan adrenalin perlombaan yang sama seperti perlombaan yang dipusatkan di satu tempat. Pengambilan video rekaman peserta di daerahnya masing-masing diupayakan sama seperti perlombaan yang dilangsungkan disatu tempat yang sama.

Adapun puncak acara akan berlangsung pada Agustus. Perekaman video peserta mulai dilakukan akhir Juni dengan provinsi pertama yang akan melakukan perekaman video peserta lomba adalah Sulawesi Utara dan Jawa Tengah pada 30 Juni. Lalu, dilanjutkan Papua dan Sumatera Utara pada 1 Juli.

Sedangkan provinsi terakhir yang akan melakukan perekaman video peserta adalah Banten dan Kalimantan Barat. Total ada 31 Provinsi yang ikut berpartisipasi dengan Aceh, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Tengah tidak ikut. Total ada 959 peserta yang bersaing dalam 7 jenis lomba. Masing-masing jenis lomba terbagi lagi menjadi 25 kategori lomba. (R-3)

BERITA TERKAIT