14 July 2021, 19:45 WIB

Kesadaran Masyarakat masih Rendah tentang Hubungan Alkohol dengan Kanker


Mediaindonesia.com | Humaniora

AFP/Tolga Akmen.
 AFP/Tolga Akmen.
Ilustrasi.

PARA penulis studi dari Badan Internasional untuk Penelitian Kanker di Prancis merujuk pada penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa konsumsi alkohol menyebabkan kerusakan DNA dan dapat memengaruhi produksi hormon. Kedua faktor ini yang dapat berkontribusi pada perkembangan kanker.

Mereka mengatakan keterbatasan penelitian termasuk hambatan dari covid-19 kemungkinan menyebabkan lebih sedikit orang yang didiagnosis menderita kanker tahun lalu daripada yang ditunjukkan dalam perkiraan.

Penulis studi, Harriet Rumgay, dalam siaran pers, Rabu (14/7), mengatakan langkah-langkah seperti mengurangi ketersediaan alkohol, label peringatan kesehatan, perpajakan, dan larangan pemasaran dapat mengurangi tingkat kanker yang disebabkan oleh alkohol. Ia menyerukan strategi yang disesuaikan dengan wilayah tertentu.

"Kebijakan semacam itu memiliki dasar bukti yang kuat untuk mengurangi bahaya alkohol," kata Sadie Boniface, kepala penelitian di Institut Studi Alkohol di King's College London, dalam komentar tentang penelitian tersebut.

Baca juga: Kasus Kanker Baru terkait Konsumsi Alkohol Bervariasi di Dunia
 

Boniface, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa hasilnya secara luas sejalan dengan penelitian lain dan para ilmuwan telah mengetahui kaitan dengan tujuh jenis kanker. Namun dia mengatakan kesadaran masyarakat rendah tentang risiko ini, terutama kaitan alkohol dengan kanker payudara. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT