07 July 2021, 14:05 WIB

DPR: Pengelolaan Plasma Konvalesen Perlu Satu Pintu


Zubaedah Hanum | Humaniora

MI/R.Muhammad Zen
 MI/R.Muhammad Zen
Ilustrasi proses donor plasma konvalesen.

SEIRING dengan tingginya kasus Covid-19 di Indonesia menyebabkan tingginya pemintaan plasma konvalesen sebagai upaya pengobatan bagi para penyintas korona. Namun, stok plasma konvalesen yang kosong dan sulitnya mencari pendonor menjadi kendala.
 
Dalam menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) membentuk pengelolaan plasma konvalesen agar satu pintu.

"Guna menyamakan semua standar penggunaan plasma konvalesen beserta distribusinya," katanya dilansir dari laman DPR.

Saat Rapat Kerja Virtual dengan Kemenkes, Senin (5/7), Kurniasih  mengatakan, ia menemukan laporan perbedaan prosedur donor plasma konvalesen yang cukup membingungkan masyarakat.

"SOP-nya berbeda-beda. Ada yang mengatakan tiga bulan (setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19), ada yang mengatakan enam bulan, belum lagi ada yang mengatakan tidak boleh vaksin, ada yang mengatakan sudah vaksin nggak apa-apa,” terang Mufida
 
Mufida melanjutkan, tidak adanya pengelolaan yang baik pada plasma ini menurutnya sangat berbahaya. Berbagai keterangan simpang siur menyebar di masyarakat yang menyebabkan tidak adanya kejelasan informasi mengenai parameter untuk donor plasma konvalesen. Terlebih, Indonesia sudah pada kondisi darurat.
 
Sehingga, menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu,  perlu manajemen  yang baik mengenai plasma konvalesen, bagaimana distribusinya, ke mana harus pergi serta bagaimana prosedurnya ketika masyarakat membutuhkannya.

“Nah ini kita minta penjelasan karena sebenarnya plasma konvalesen menurut keterangan dari berbagai dokter, ini kan bisa cukup membantu. Dan harusnya kita sudah menyiapkan, sudah mengantisipasi dan sudah mengelolanya dengan baik tentang plasma konvaselen ini,” imbuh legislator dapil DKI Jakarta I itu.

Sebelumnya, pada Februari 2021 juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah telah menetapkan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat sebagai bank plasma konvalesen. Namun, dalam perkembangannya tidak diketahui seperti apa progresnya.

Riset Eijkman
Hasil penelitian Lembaga Biologi Molekular Eijkman menyatakan bahwa terapi plasma konvalesen (TPK) berisi antibodi penyintas korona dinyatakan aman dan efektif untuk diberikan pada pasien covid-19. Adanya antibodi tambahan ini mampu mempercepat penurunan jumlah virus.

Riset ini dilakukan bekerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD) dan PT Bio Farma, yang dilaporkan di jurnal ilmiah Lancet EClinical Medicine.

Dengan adanya antibodi tambahan yang spesifik terhadap virus SARS-CoV-2 ini, kata Eijkman, tubuh akan mendapat amunisi ekstra untuk melawan virus. Terapi plasma ini memberi kekebalan pasif dan direkomendasikan untuk diberikan pada fase dini covid-19.

"Sebelum penyakit ini berkembang lebih lanjut ke tahap berikutnya," sebut peneliti dalam jurnal berjudul 'Convalescent Plasma Therapy in Patients with Moderate-to-Severe Covid-19 : A study from Indonesia for clinical research in low-and-middle income countries'. (H-2)

BERITA TERKAIT