16 June 2021, 19:47 WIB

Rumah Komposit Tahan Gempa BPPT Akan Jadi Posko Bencana BPBD Tangsel


Siswantini Suryandari | Humaniora

DOK BPPT
 DOK BPPT
Kepala BPPT Hammam Riza meluncurkan Rumah Komposit Tahan Gempa di Kranggan, Tangerang Selatan, Rabu (16/6/2021)

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi meluncurkan inovasi Rumah Komposit Tahan Gempa (RKTG) sebagai solusi mendukung program infrastruktur mitigasi bencana nasional. Inovasi bangunan tahan gempa yang dibangun di wilayah Kranggan, Tangerang Selatan ini akan digunakan sebagai posko bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan.

Ketersediaan bangunan tahan gempa menjadi suatu kebutuhan, terlebih wilayah Indonesia berada di jalur cincin api (ring of fire) yang sering terjadi gempa bumi tektonik. Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat 1.926 unit rumah rusak diakibatkan oleh gempa sepanjang tahun 2020. Kerusakan bangunan juga kerap kali menjadi penyebab korban luka hingga meninggal ketika bencana gempa terjadi.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan risiko bencana gempa bumi, khususnya yang mengakibatkan kerusakan bangunan perlu diantisipasi dengan hunian atau rumah, didesain tahan terhadap gempa, baik secara struktur, konstruksi dan material.

"RKTG merupakan solusi teknologi dari permasalahan diatas yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pencegahan, penanganan, dan pemulihan korban akibat bencana gempa bumi. Inovasi ini juga merupakan bagian dari Flagship Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024 tentang Teknologi Bangunan Tahan Gempa, Tahan Api, Cepat Bangun," kata Hammam saat meresmikan RKTG di Tangerang Selatan, Rabu (16/6).

RKTG dibangun dengan memperhitungkan simulasi time history & response spectrum zonasi gempa. Sehingga setiap daerah akan memiliki desain dan konstruksi dasar yang unik sesuai dengan perhitungan serta simulasi ketahanan gempa yang dilakukan oleh para Perekayasa BPPT.  Perhitungan ini akan diaplikasikan dalam teknologi seismic rubber bearing sebagai base isolator untuk menahan beban gempa.

Inovasi bangunan tahan gempa BPPT dibangun dengan konsep cepat bangun, bersifat knock down, modular, menggunakan panel dinding dan frame struktur ringan, serta seismic bearing sebagai pondasinya. Sistem koneksi join interlock juga memungkinkan RKTG dikembangkan sebagai rumah tumbuh maupun deret.

Hammam menilai kehadiran RKTG di Kranggan akan semakin menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat untuk membangun rumah/gedung yang memenuhi kriteria bangunan tahan gempa.

Ia berharap dukungan sinergi kerja sama yang telah dilakukan selama ini oleh berbagai pihak, terutama kesiapan komersialisasi produk RKTG baik dari mitra industri maupun mitra pengguna dapat berguna dan dinikmati masyarakat luas, khususnya infrastruktur mitigasi bencana di wilayah rawan bencana.

Adapun Rumah Komposit Tahan Gempa (RKTG) adalah rumah komposit dengan desain material dan struktur bencana untuk diaplikasikan di daerah rawan bencana. Dengan ukuran tipe 36, RKTG memiliki dua kamar tidur, satu ruang tamu, satu kamar mandi dan ruang dapur yang akan membuat penghuninya nyaman dan merasa terlindungi.

RKTG dapat dibangun dalam waktu tujuh hari dan cukup dikerjakan empat orang tenaga kerja. Seluruh material yang digunakan untuk membuat tipe rumah 36 m2 (6x6 m) berada di kisaran harga Rp170 juta-an, dan telah memiliki berbagai standar yang ditetapkan. Untuk desain tahan gempanya telah terstandar SNI 1726-2012, sedangkan tahan api telah mengantongi ASTME 84/ISO 834-1.

Rumah tersebut dinamakan rumah komposit, yang bermakna rumah dengan berbagai bahan material, khususnya material komposit polimer. Contoh material komposit adalah komposit polimer, memiliki banyak keunggulan, di antaranya kuat dan ringan.

Beberapa dekade terakhir pemakaian material polimer komposit makin meningkat karena sifat tekniknya baik seperti kekuatan dan kekakuan khusus yang tinggi, kepadatan rendah, ketahanan lelah yang tinggi, redaman tinggi dan koefisien termal rendah.

baca juga: Bangunan Tahan Gempa

Penggunaan panel-panel material komposit selain memiliki durabilitas yang tinggi, juga sifatnya mudah untuk dibongkar pasang. Kuda-kuda atau struktur rumah juga dipasang langsung dengan genteng metal sehingga ketika terjadi goncangan besar, tidak akan patah atau roboh seperti rumah konvensional dengan tembok bata dan genteng tanah liat atau keramik.

RKTG didesain dengan konstruksi modular, pre-assembly, dan sistem join interlock yang dapat dibangun dengan waktu relatif singkat serta telah dilakukan simulasi komputasi untuk prediksi ketahanan gempa menyesuaikan perilaku gempa. Dalam simulasi internal BPPT, RKTG mampu bertahan dan tidak roboh ketika diguncang gempa 7 SR. (N-1)

 

 

BERITA TERKAIT