14 June 2021, 09:23 WIB

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dibuka, Ini Syaratnya


Faustinus Nua | Humaniora

ANTARA/AHMAD SUBAIDI
 ANTARA/AHMAD SUBAIDI
Mahasiswa mengendarai melintas di depan gerbang kampus Universitas Mataram (Unram) di Mataram, NTB, Selasa (19/1/2021).

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka telah dibuka bagi para mahasiswa di seluruh Indonesia. Mulai hari ini, Senin 14 - 27 Juni 2021 mendatang, calon peserta dapat mengakses pendaftaran melalui laman Pertukaran Mahasiswa Merdeka https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/web/pertukaranMahasiswaMerdeka2021.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim mengatakan bahwa program tersebut memberi banyak manfaat. Di samping wawasan baru, para mahasiswa akan mendapat banyak pengalaman dan pelajaran terkait keragaman budaya Indonesia dan toleransi antar sesama individu.

"Dari pertemuan dan perkenalan tersebut, kalian akan bersama-sama belajar menghargai perbedaan, dan merayakan keberagaman. Dan semua itu kalian lakukan sambil mengikuti perkuliahan," ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (14/6).

Baca juga: Masyarakat Adat Desak Menteri LHK Cabut Izin Konsensi PT TPL

Ketua Subpokja Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Andi Ilham menyampaikan jika mahasiswa ingin merasakan pengalaman kuliah selama satu semester di kampus lain dengan suasana yang berbeda maka bergabunglah dalam program ini. Karena program ini bertujuan untuk mendorong tumbuhnya semangat cinta tanah air melalui persahabatan antar generasi muda di berbagai wilayah Nusantara.

"Jadilah calon pemimpin bangsa yang berintegritas, memahami keberagaman dan arif mengelola kekayaan sumber daya untuk membangun bangsa yang berdaulat adil dan makmur," ujarnya

Lebih lanjut, dia menjelaskan beberapa syarat yang harus dipenuhi mahasiswa untuk mengikuti program ini, yaitu mahasiswa S1 non-vokasi dan aktif pada semester 3, 5, dan 7 dari PTN - PTS di seluruh tanah air. Mereka harus memiliki IPK minimal 2,75 atau memiliki pengalaman prestasi non-akademik tingkat daerah/nasional/ internasional yang dibuktikan dengan dokumen yang sah.

Berikutnya, memiliki kemampuan dan peluang untuk mengembangkan penalaran, wawasan, serta berintegritas, kreatif dan inovatif. Peserta juga tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan non akademik pada perguruan tinggi pengirim.

Kemudian, peserta bersedia mentaati seluruh ketentuan tertulis pada buku POB (Pedoman Operasional Baku) Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, serta mendapatkan rekomendasi dari PT asal dan izin orang tua/wali. "Jika Anda memiliki semua persyaratan ini ayo daftar sekarang," tekannya.

Baca juga:BBS Luncurkan Program Sekolah Online

Andi Ilham mengatakan bahwa melalui program ini, mahasiswa akan dikirim ke salah satu kampus di luar pulau domisilinya untuk mengikuti proses pembelajaran dengan tiga skema yang dapat dilipilih. Pertama, total 20 SKS dapat ditempuh seluruhnya di perguruan tinggi penerima dilaksanakan secara luring. Kedua, total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi penerima secara luring dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring.

"Ketiga, total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah 10 SKS di perguruan tinggi penerima secara luring, dan beberapa mata kuliah 10 SKS lain di perguruan tinggi mitra secara daring dan atau di perguruan tinggi pengirim atau asal secara daring," jelasnya.

Selain itu, mahasiswa juga akan mengikuti kegiatan Modul Nusantara yang setara dengan 2 SKS dan dibimbing oleh dosen. Empat kegiatan pokok yang ada pada Modul Nusantara ini antara lain kebhinekaan dengan 14 kegiatan, inspirasi 3 kegiatan, refleksi 7 kegiatan, dan kontribusi sosial 1 kegiatan. (H-3)

BERITA TERKAIT