07 June 2021, 12:05 WIB

Hasil Riset Sumber Daya Laut Kurang Dilirik Industri Lokal


Faustinus Nua | Humaniora

Antara/Dedhez Anggara
 Antara/Dedhez Anggara
Teripang atau timun laut dijual seharga Rp500 ribu-Rp1,5 juta per kilogram di pasar ekspor. 

PENGEMBANGAN potensi kekayaan laut Indonesia belum dilakukan secara maksimal, terbukti dengan minimnya industri lokal yang memanfaatkan riset sumber daya laut.

Saat ini Indonesia baru berperan sebagai pemasok bahan baku dalam industri-industri berbasis sumber daya laut di negara-negara maju di antaranya US, Jepang, Jerman, dan Inggris.

Bahan baku industri yang dimakasud antara lain rumput laut, teripang, kuda laut, dan beberapa biota komersial lainnya. Hal ini mengindikasikan kurang dimanfaatkannya hasil riset berbasis kekayaan laut Indonesia oleh industri lokal.

Plt Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Yan Riyanto menjelaskan sinergi lembaga riset dengan industri, baik industri besar, kecil, dan menengah belum terbangun. Inilah yang menurutnya menjadi salah satu penyebab hasil riset dalam negeri kurang dimanfaatkan.

"Ke depan LIPI akan terus memperbaiki ekosistem riset dan inovasi, mengundang industri melakukan riset di kawasan sains dan teknologi, membuka akses ke berbagai lab dan instrumen di LIPI, agar terbangun sinergi dengan dunia industri," ungkap Yan dalam keterangan resmi, Senin (7/6).

 Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Puspita Lisdiyanti mengharapkan komunikasi antara peneliti dan pengguna teknologi, baik industri maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dapat terjalin baik.

"Hasil riset terkait pengembangan produk pangan dan kesehatan berbasis kelautan telah dirancang sesuai yang dibutuhkan oleh industri dan UMKM. Komunikasi dan kolaborasi diharapkan terus berlangsung, sehingga terjadi ekosistem yang sinergi dan saling membutuhkan," tuturnya.  

Senada dengan Puspita, Koordinator PUI Bioprospeksi Laut, Linda Sukmarini mengatakan, dengan adanya sinergi antara litbang dengan masyarakat pengguna dalam hal ini industri dan UMKM, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor produk jadi. "Termanfaatkannya teknologi hasil penelitian dari bangsa sendiri, khususnya untuk produk-produk berbasis kelautan hasil bioprospeksi, menjadi target lanjutan dari riset bioprospeksi laut," tandasnya. (H-2)

 

BERITA TERKAIT