24 May 2021, 21:15 WIB

Ribuan Pemudik Terkonfirmasi Positif Covid-19


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

Antara/Raisan Al-Farisi
 Antara/Raisan Al-Farisi
Tenaga kesehatan melakukan swab antigen kepada pemudik

KETUA Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan ribuan pemudik didapati positif covid-19 berdasarkan tes acak yang dilakukan pelaku perjalanan dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatra yang akan kembali ke Jakarta.

"Random test pelaku perjalanan di Jawa menuju Jakarta melalui RT antigen dilakukan di titik penyekatan terhadap 156.162 orang. Yang terkena covid-19 0,6% atau 1.064 orang. Dengan Genose diperiksa 340.047 orang yang positif 2% atau 6.925 orang," kata Airlangga seusai rapat terbatas penanganan covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/5).

Untuk pemudik dari Pulau Sumatra, didapati ratusan orang positif covid-19. Dari 59.967 orang yang dites antigen, didapati jumlah positif 532 orang atau 0,89%. Airlangga menyampaikan pemerintah masih akan memberlakulan pengecekan di Pelabuhan Bakaheuni hingga 31 Mei mendatang. Pasalnya, belum semua pemudik kembali.

"Yang kembali ke Jakarta (dari Sumatra) baru 59.967 orang sedangkan yang kemarin keluar dari Jawa ke Sumatera lebih dari 400.000 orang," ucapnya.

Baca juga : Besok, 8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Pemerintah juga mencatat adanya kenaikan kasus aktif covid-19 pascalibur Idulfitri. Posisi per 23 Mei kasus aktif tercatat meningkat 5,32%. Kasus harian meningkat hari sebelumnya berkisar di 4.000-an menjadi 5.000-an per hari.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan peningkatan kasus itu dipengaruhi tingginya mobilitas penduduk di libur Idulfitri dan adanya mutasi virus corona.

Dalam empat hari terakhir, kata dia, peningkatan kasus baru mencapai di atas 5.000 per harinya. Peningkatannya diprediksi masih akan terjadi hingga Juni.

"Ini menunjukkan bahwa mobilisasi yang terjadi pasca Lebaran dan Ramadan itu sudah mulai terlihat minggu ini. Jadi, kalkulasi prediksi yang kita lakukan mungkin akan mencapai peningkatannya sampai pertengahan Juni yang akan datang," ujarnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT