16 May 2021, 16:54 WIB

Ini Harga Pembelian dan Pelayanan Vaksin Gotong-Royong


Atalya Puspa | Humaniora

Medcom
 Medcom
Ilustrasi

PEMERINTAH telah menetapkan besaran harga pembelian vaksin covid-19 untuk pelaksanaan vaksinasi gotong-royong. Adapun, aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

Dalam surat penetapan yang ditandatangani Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 11 Mei 2021 tersebut, ditetapkan bahwa tarif maksimal harga pembelian vaksin yakni sebesar Rp321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 perdosis.

"Harga pembelian vaksin sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU huruf a merupakan harga tertinggi vaksin per dosis yang dibeli oleh badan hukum/badan usaha, sudah termasuk margin/keuntungan 20% (dua puluh persen), dan biaya distribusi franco kabupaten/kota, namun tidak termasuk pajak pertambahan nilai (PPN)," lanjut Budi dalam surat tersebut yang dikutip pada Minggu (16/5).

Baca juga : Vaksinasi Besar-besaran Dilakukan Pada Pertengahan Tahun

Adapun, harga batas atas untuk pelayanan vaksinasi harus sudah mencakup margin/keuntungan 15%, namun tidak termasuk pajak penghasilan (PPh).

"Besaran harga pembelian vaksin sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU huruf a ditetapkan setelah mendapatkan pandangan atau pendampingan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, ahli/akademisi/profesi, dan/atau aparat penegak hukum," tutup Budi.

Seperti diketahui, program vaksin gotong-royong rencananya akan dilaksanakan pada akhir Mei 2021 mendatang. Adapun, merk jenis vaksin yang telah disetujui untuk digunakan dalam program vaksinasi tersebut yakni Sinopharm, Sputnik, Moderna, dan Johnson & Johnson. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT