10 May 2021, 22:22 WIB

Insan Pendidikan Diajak Wujudkan Indonesia Bebas Dari Intoleransi


Syarief Oebaidillah | Humaniora

ANTARA
 ANTARA
Mendikbudristek Nadim Makarim

INSAN pendidikan diharapan ikut mewujudkan Indonesia bebas dari segala bentuk intoleransi. Dengan demikian, hal itu akan mengakslerasi kemajuan Indonesia sebagai sebuah bangsa.

Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/5).

"Saya yakin kita semua ingin menjalankan ibadah dengan tenang dan belajar tanpa paksaan, serta menjalin pertemanan dengan siapa saja. Tanamkan dalam benak kita rasa cinta terhadap perbedaan, lalu tularkan pada sekitar kita, agar semua orang punya hak yang sama dalam beragama, belajar, dan berkarya," ujar Nadiem.

Nadiem menambahkan disamping menjalankan ibadah puasa pada Ramadan, masih ada hal lain yang harus dilakukan, yakni menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, terlepas dari latar belakang agama dan golongan. Ia mengatakan puasa merupakan praktik beragama yang dijalankan banyak umat.

"Teman-teman kita beragama Hindu juga berpuasa wajib di hari besar. Jelang Paskah, teman-teman Kristen juga beribadah puasa. Oleh karena itu, toleransi adalah nilai karakter yang harus dijalankan sebagai bagian hidup kebangsaan," kata Mendikbudristek.

Sebelumnya, Pusat Penguatan Karakter, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Puspeka Kemendikbudristek) menggelar webinar bertajuk 'Puasa, Kemanusiaan, dan Toleransi' pada Sabtu (8/5).

"Webinar itu diselenggarakan dalam rangka memberikan penyadaran tentang sikap-sikap toleran yang biasa terjadi di lingkup satuan pendidikan sekaligus mengedukasi pentingnya sikap menjaga hubungan baik antar-manusia saat berpuasa. Toleransi merupakan suatu nilai karakter yang diterapkan dalam dunia pendidikan maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat," kata Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek, Hendarman. (OL-15)

BERITA TERKAIT